Jokowi: Indonesia Rawan Bencana, Rata-Rata Terjadi 500 Kali Gempa dalam Sebulan
Jokowi mencatat, Indonesia terakhir kali diguncang gempa besar disertai tsunami pada 2018. Saat itu, daerah yang terdampak ialah Palu. Sebanyak 2.113 orang meninggal dunia.
Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali menekankan Indonesia merupakan negara rawan bencana. Kondisi ini membuat Indonesia kerap kali dilanda bencana, baik banjir, letusan gunung api, hingga gempa bumi.
Jokowi menyebut, data sejak Januari hingga 23 Mei 2022 saja, ada 1.613 bencana yang melanda Tanah Air.
"Dan rata-rata dalam sebulan terjadi 500 kali gempa skala kecil maupun besar," katanya dalam pembukaan The 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Rabu (25/5).
Jokowi mencatat, Indonesia terakhir kali diguncang gempa besar disertai tsunami pada 2018. Saat itu, daerah yang terdampak ialah Palu. Sebanyak 2.113 orang meninggal dunia.
Belum lagi, Indonesia masih memiliki 139 gunung api aktif. Ratusan gunung api aktif ini juga mengancam masyarakat Indonesia.
"Sepanjang 2015 hingga 2021, tercatat 121 letusan gunung berapi di Indonesia," ucapnya
Di sisi lain, ada ancaman kebakaran hutan dan lahan. Kebakaran hutan dan lahan terbesar yang pernah dialami Indonesia yakni pada 1997 hingga 1998. Peristiwa itu menghanguskan lebih dari 10 juta hektar lahan yang tersebar di Indonesia.
Jokowi mengatakan pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menekan kebakaran hutan dan lahan. Pada 2021, Indonesia sudah berhasil merestorasi lahan gambut seluas 3,4 juta hektar.
"Indonesia juga berhasil menurunkan kebakaran hutan dari 2,6 juta hektare hanya menjadi 358 ribu hektare di tahun 2021," katanya.
(mdk/ray)