Jokowi: Indonesia Diterima Rusia dan Ukraina sebagai Jembatan Perdamaian
Selain diterima baik Rusia dan Ukraina, Indonesia disambut positif di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, tingkat kepercayaan internasional terhadap Indonesia meningkat tajam. Hal ini ditandai komunikasi yang baik antara Indonesia dengan Rusia dan Ukraina.
"Indonesia diterima oleh Rusia dan Ukraina sebagai jembatan perdamaian," kata Jokowi dalam pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR, DPR, dan DPD RI di Kompleks Senayan, Selasa (16/8).
Selain diterima baik Rusia dan Ukraina, Indonesia disambut positif di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Jokowi menyebut, kini Indonesia dipercaya PBB sebagai Champions dari Global Crisis Response Group untuk penanganan krisis global. Padahal, geopolitik di sedang panas.
"Tahun 2022 ini, kita menjadi Presiden G20, organisasi 20 negara ekonomi terbesar di dunia. Tahun depan, menjadi Ketua ASEAN," ujarnya.
"Artinya, kita berada di puncak kepemimpinan global dan memperoleh kesempatan besar untuk membangun kerja sama internasional," sambungnya.
Menurut Jokowi, kepercayaan besar dari masyarakat internasional juga dirasakan di dalam negeri. Karena itu, pemerintah terus melakukan reformasi struktural untuk daya saing dan iklim berusaha.
Jokowi menambahkan, ekosistem investasi dan pertumbuhan UMKM juga terus diperbaiki. Demikian juga dengan hilirisasi dan manufaktur di dalam negeri didorong terus tumbuh pesat.
"Pertumbuhan investasi juga meningkat tajam, di mana 52% di antaranya, berada di luar Jawa. Artinya, ekonomi kita bukan hanya tumbuh pesat, tetapi juga tumbuh merata, menuju pembangunan yang Indonesia Sentris," jelasnya.
(mdk/tin)