Jokowi Sambut Penguatan Kerjasama ASEAN dan Selandia Baru Lewat RCEP
Jokowi mendorong penguatan kemitraan ASEAN-Selandia Baru dalam beberapa isu. Dia menilai hubungan Selandia Baru dengan negara-negara Pasifik Selatan cukup kuat. Untuk itu, Indonesia dan ASEAN juga ingin memperkuat kemitraan dengan negara-negara Pasifik Selatan.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri menghadiri secara virtual sejumlah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN dengan negara-negara mitra, Sabtu (14/11) di Istana Bogor, Jawa Barat. KTT tersebut diselenggarakan di Vietnam.
Pertemuan pertama yang akan dihadiri Jokowi yaitu KTT ASEAN-Selandia. Setelah itu, akan menghadiri KTT dua tahunan ke-2 ASEAN-Australia, KTT ke-23 ASEAN Plus Three (APT), dilanjutkan Pertemuan Pemimpin APT dengan Perwakilan East Asia Business Council (EABC).
Selanjutnya pada sore hari, Mantan gubernur DKI Jakarta tersebut akan menghadiri upacara peluncuran ASEAN Smart Logistics Network (ASLN) with First Project "Vihn Phuc ICD Logistics Center (SuperPort)". Sedangkan pada malam harinya, Presiden akan menghadiri KTT ke-15 Asia Timur.
Dalam pertemuan pertama, Jokowi mendorong penguatan kemitraan ASEAN-Selandia Baru dalam beberapa isu. Dia menilai hubungan Selandia Baru dengan negara-negara Pasifik Selatan cukup kuat. Untuk itu, Indonesia dan ASEAN juga ingin memperkuat kemitraan dengan negara-negara Pasifik Selatan.
"Hubungan baik kita dapat kita gunakan untuk perkuat kemitraan dengan Pasifik Selatan termasuk di bidang perikanan dan perubahan iklim. ASEAN Outlook on the Indo-Pacific tentunya dapat dijadikan pijakan bagi pengembangan kerja sama dengan Pasifik Selatan," kata Jokowi saat memberikan sambutan di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Selandia Baru secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (14/11).
Selanjutnya, dia melihat ASEAN-Selandia Baru perlu memperkuat kerja sama penguatan multilateralisme. Upaya penguatan multilateralisme tersebut penting untuk dilakukan bersama-sama.
"Kita harus pastikan, multilateralism delivers for all," ungkap Jokowi.
Sebagai salah satu perwujudan multilateralisme, maka ASEAN-Selandia Baru perlu memperkuat integrasi ekonomi kawasan yang saling menguntungkan. Oleh karena itu, Indonesia menyambut baik keputusan Selandia Baru untuk menandatangani Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).
Kemudian, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Jacinda Ardern sebagai Perdana Menteri (PM) Selandia Baru. "Saya ingin menyampaikan ucapan selamat atas mandat baru PM Jacinda sebagai PM Selandia Baru," tutupnya.
Sebelumnya diketahui, KTT ASEAN dengan mitra akan menghasilkan sejumlah kesepakatan, di antaranya Joint Statement on Human Capital Development terkait pembangunan kapasitas SDM di kawasan melalui pendidikan, kesehatan, ekonomi kemasyarakatan dan peningkatan teknologi. Selanjutnya Joint Statement on Enhancing Cooperation under FTA and Combating Covid-19 mengenai komitmen bersama untuk mengurangi dampak pandemi pada perdagangan, investasi global, regional dan memulihkan kepercayaan ekonomi dan perdagangan melalui menjamin keterbukaan pasar, fasilitasi perdagangan dan saling tukar pengalaman/informasi.
Lalu joint Statement of the Second ASEAN-Australia Biennial Summit; (iv) Joint ASEAN-New Zealand Leaders' Vision Statement on the 45th Anniversary of ASEAN-New Zealand Dialogue Relations: A Legacy of Partnership, A Future Together; dan (v) Joint Statement of the 23rd ASEAN-Japan Summit on Cooperation on ASEAN Outlook on the Indo-Pacific sebagai bentuk realisasi ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP).
Sementara itu, KTT East Asia akan menghasilkan 5 dokumen kesepakatan. Adapun KTT APT akan menghasilkan 5 dokumen kesepakatan khususnya ASEAN Plus Three Leaders' Statement on Strengthening ASEAN Plus Three Cooperation for Economic and Financial Resilience in Face of Emerging Challenges yang menekankan kerja sama pada bidang ekonomi dan keuangan untuk mendukung ketahanan kawasan dalam menghadapi tantangan kawasan, khususnya pada saat pandemi saat ini.
(mdk/fik)