Jokowi Dapat Bambu Pethuk Sakti dari Warga Cilacap
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu lalu membawa Bambu Pethuk Sakti ke atas podium dan ditunjukkan kepada penerima PKH. Ternyata, bambu itu bukanlah sembarang bambu.
Presiden Joko Widodo atau Jokowi mendapat Bambu Pethuk Sakti saat melakukan kunjungan kerja ke Cilacap Jawa Tengah, Senin (25/2). Bambu tersebut diterima saat dirinya hendak menuju Gedung Patra Graha Pertamina untuk menyerahkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Jokowi menceritakan, kala itu ada warga yang menghadang mobilnya saat akan menghadiri acara penyerahan bantuan tersebut. Secara tiba-tiba warga itu memberikan Bambu Pethuk Sakti.
"Ini tadi pas lewat di jalan di sebelah timur, dicegat masyarakat. Kemudian saya buka mobil saya, saya diberi (bambu) ini. Saya nggak tahu ini apa, yang jelas saya tahu bambu," katanya, Senin (25/2).
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu lalu membawa Bambu Pethuk Sakti ke atas podium dan ditunjukkan kepada penerima PKH. Ternyata, bambu itu bukanlah sembarang bambu.
Bambu yang diberikan kepada Jokowi dikenal warga setempat sebagai pring petuk. Bambu seperti ini langka, karena yang batang buku atau ruasnya menghadap satu sama lain. Oleh karena itu, benda ini dianggap sakti dan bisa membuat kaya.
"Yang pegang ini biasanya sakti. Pas yang pegang saya," ujar Jokowi.
Dalam beberapa literasi dan mitos Jawa, bambu ini konon menjadi incaran, karena ribuan manfaat yang diperoleh. Mitosnya, bisa mengundang rezeki, penglaris, dan hal lain yang mengundang unsur kekayaan. Bahkan, bambu ini dipercaya bisa membuat seseorang yang memiliki bambu petuk itu, mempunyai kharisma yang luar biasa.
Reporter: Lisza Egeham
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Jokowi Mengaku Tak Paksa Penerima Konsesi Besar Kembalikan Lahan Negara
Jokowi Sebut Sertifikasi Tanah di Eranya Pangkas Masa Tunggu 160 Tahun
Jokowi Sebut Penerima KIP Kuliah Bisa Belajar Hingga ke Luar Negeri
Sri Mulyani soal Kartu Sakti Jokowi: Tidak Akan Membuat Ledakan Anggaran
Pembangunan PLTU Cilacap Serap 5 Juta Tenaga Kerja