Jokowi bisa pilih calon Kapolri yang tak diusulkan Kompolnas
"Tentunya dalam memutuskan karena masih ada waktu tentunya presiden harus dengan kehati-hatian," imbuh Pramono.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung menegaskan saat ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum menentukan calon Kapolri pengganti Jenderal Pol Badrodin Haiti. Sebab Jokowi akan memutuskan secara hati-hati.
"Sampai hari ini presiden belum memutuskan dari berbagai alternatif yang diusulkan, selain dari Polri sendiri melalui wanjakti, kompolnas, masyarakat juga para pembantu presiden. Masih ada beberapa alternatif yang harus diputuskan presiden karena ini sepenuhnya wewenang presiden," ungkap Pramono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/6).
"Tentunya dalam memutuskan karena masih ada waktu tentunya presiden harus dengan kehati-hatian," imbuhnya.
Dia juga menjelaskan bahwa tak secara mutlak rekomendasi dari Kompolnas bisa menjadi pilihan Jokowi. Menurutnya masih terbuka kemungkinan Jokowi memilih calon Kapolri di luar nama-nama yang diusulkan oleh Kompolnas.
"Karena tidak selalu usulan Kompolnas itu menjadi acuan pegangan utama, karena presiden bisa juga ambil nama yang bukan diusulkan kompolnas," tuturnya.
Dia juga berujar bahwa, ada kemungkinan pula masa jabatan Badrodin bisa diperpanjang dengan alasan tertentu. "Punya beberapa pilihan salah satunya apakah perlu perpanjangan atau tidak, penunjukan langsung, apakah sesuai usulan kompolnas atau tidak," pungkasnya.
Seperti diketahui, Menko Polhukam sekaligus ketua Kompolnas Luhut Pandjaitan segera menyerahkan nama calon Kapolri ke Presiden setelah proses penilaian selesai dilakukan.
Baca juga:
Ini jawaban Wapres JK soal calon Kapolri
PDIP tunggu hasil kajian Jokowi soal calon kapolri
Komjen Budi Waseso kian blak-blakan siap jadi Kapolri
Siap jadi Kapolri, Budi Waseso bilang 'abdi negara itu pengabdian'
Jokowi diminta pertimbangkan jika mau perpanjang jabatan Kapolri
Mabes Polri: Pemilihan calon kapolri hak prerogatif presiden