Jokowi: Apakah Anda Menanti Vaksin Covid-19? Sabar, Saya Juga
Pemerintah sendiri merencanakan vaksinasi Covid-19 dimulai pada pekan depan. Namun, hingga kini pemerintah masih menunggu Emergency Use of Authorization atau izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Presiden Joko Widodo meminta masyarakat untuk bersabar disuntik vaksin Covid-19. Menurut dia, saat ini vaksin Covid-19 sudah ada dan telah didistribusikan ke daerah-daerah untuk program vaksinasi.
"Apakah Anda tengah menanti vaksin Covid-19? Sabar. Saya juga. Vaksinnya sudah ada, dan sudah mulai didistribusikan ke daerah-daerah," ujar Jokowi melalui akun instagramnya @jokowi, Kamis (7/1).
Pemerintah sendiri merencanakan vaksinasi Covid-19 dimulai pada pekan depan. Namun, hingga kini pemerintah masih menunggu Emergency Use of Authorization atau izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Selain itu, kata Jokowi, pemerintah juga masih menunggu proses kajian halal vaksin dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Jika keduanya telah dikantongi, barulah vaksin Covid-19 dapat disuntikkan ke masyarakat.
"Apabila prosedur itu sudah kita lewati, pemerintah akan menggelar vaksinasi Covid-19 secara gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia melalui beberapa tahap," katanya.
Jokowi memastikan akan menjadi orang pertama di Indonesia yang akan disuntik vaksin virus corona dari Sinovac. Hal ini untuk menunjukkan ke masyarakat bahwa vaksin yang dipakai terjamin keamanan dan kehalalannya.
"Mengapa Presiden jadi yang pertama? Bukan hendak mendahulukan diri sendiri, tapi agar semua yakin bahwa vaksin ini aman dan halal. Jadi, siap-siap saja," jelas Jokowi.
Adapun pemerintah menargetkan 181 juta masyarakat harus divaksin untuk mencapai herd immunity (kekebalan komunitas). Jokowi meminta program vaksinasi selesai dalam waktu 12 bulan.
"Tadi Bapak Presiden memberikan tantangan, apakah bisa dipercepat sehingga bisa selesai dalam waktu 12 bulan? Kami akan berusaha keras dan kami butuh dukungan dari seluruh teman-teman untuk melakukan hal ini," tutur Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Rabu 6 Januari 2021.
Pemerintah sendiri telah mulai mendistribusikan 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 ke 34 provinsi sejak Minggu, 3 Januari 2021. Proses pendistribusian vaksin diharapkan selesai pada Kamis, 7 Januari 2021.
Budi mengatakan program vaksinasi Covid-19 direncanakan dimulai pada pekan kedua Januari 2021 atau minggu depan. Kendati begitu, pemerintah masih menunggu Emergency Use of Authorization dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.
Reporter: Lisza Egeham
Sumber : Liputan6.com
Baca juga:
CEK FAKTA: Hoaks Vaksin Covid-19 Memiliki Mutasi Virus Corona yang Baru
73 Faskes di Jakarta Barat Jadi Lokasi Vaksinasi Covid-19
Pemberian Vaksin Covid-19 di Tulungagung Mulai 15 Januari, Simak Kabar Terbarunya
MUI Gelar Sidang Fatwa Kehalalan Vaksin Sinovac Jumat Besok
Gubernur Sumsel: Tidak Ada Alasan Masyarakat Menolak Divaksin Covid-19