Jokowi: Akhiri Pandemi Covid-19 dengan Disiplin Protokol Kesehatan
Jokowi memahami, masyarakat banyak yang merasakan bosan, lelah dan sedih dengan situasi pandemi Covid-19. Tak sedikit pula, masyarakat yang rindu berkegiatan normal seperti sebelum adanya virus corona.
Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, disiplin protokol kesehatan merupakan cara untuk mengakhiri pandemi Covid-19 yang sudah melanda Indonesia hampir setahun. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.
"Mari, kita sama berjuang untuk mengakhiri pandemi ini dengan disiplin ketat menjalankan protokol kesehatan," kata Jokowi melalui akun instagramnya @jokowi, Minggu (7/2).
Dia memahami, masyarakat banyak yang merasakan bosan, lelah dan sedih dengan situasi pandemi Covid-19. Tak sedikit pula, masyarakat yang rindu berkegiatan normal seperti sebelum adanya virus corona.
"Kita sama-sama merindukan suasana yang normal, berkegiatan seperti sediakala, dan kehidupan yang tidak dicekam ketakutan," ujarnya.
Jokowi juga mengunggah sebuah video melalui akun instagramnya. Dia menyampaikan bahwa program vaksinasi juga akan dilakukan kepada masyarakat untuk mencapai herd immunity (kekebalan komunal).
Dengan begitu, maka penyebaran Covid-19 bisa dihentikan. Jokowi meyakini apabila kesehatan masyarakat pulih, maka ekonomi nasional juga akan kembali pulih.
"Dengan kesehatan masyarakat yang pulih, kepercayaan dunia meningkat maka pemulihan ekonomi akan terjadi di tahun 2021," jelasnya.
Jokowi menargetkan 181,5 juta penduduk Indonesia harus menerima vaksin Covid-19 agar mencapai herd immunity. Jokowi meminta agar program vaksinasi dapat rampung sebelum 2021.
Seperti diketahui, program vaksinasi di Indonesia sudah dimulai sejak 13 Januari 2021 dimana Jokowi menjadi orang pertama yang disuntik vaksin produksi Sinovac. Untuk tahap awal, vaksinasi diprioritaskan kepada tenaga kesehatan.
Selanjutnya, sebanyak 17,4 juta petugas pelayanan publik akan divaksinasi pada tahap berikutnya. Adapun masyarakat umum ditargetkan dapat divaksin Covid-19 pada Februari bersamaan dengan TNI-Polri dan petugas pelayanan publik.
"Hingga saat ini, total vaksin yang ada di tanah air kita ada 28 juta jumlah vaksin dan calon vaksin yang akan kita berikan ke maysyarakat," tutur Sekjen Kementerian Kesehatan Oscar Primadi dalam konferensi pers, Rabu 3 Februari 2021.
Reporter: Lisza Egeham
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Politisi PDIP Nilai Presiden Jokowi Sudah Tepat Tak Jawab Surat AHY
Surat Tidak Dibalas Jokowi, Demokrat Tegaskan Tidak Pernah Menuduh Pejabat Pemerintah
Presiden Jokowi Terima Kunjungan PM Malaysia di Istana
PM Malaysia Muhyiddin: Sambutan Diberikan oleh Indonesia Amat Luar Biasa
Indonesia dan Malaysia Sepakati Dibentuk Travel Corridor Arrangement
Jokowi: Stabilitas Laut China Selatan Tercipta Jika Semua Negara Hormati UNCLOS 1982