LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jokowi Akan Panggil Tiga Siswa Penemu Obat Kanker ke Istana

Jokowi menilai, apa yang telah ditemukan para siswa itu adalah penemuan besar. Namun untuk mendapatkan penelitian yang optimal, masih perlu dilakukan riset lebih lanjut lagi.

2019-08-15 21:00:15
Penemuan Ilmiah
Advertisement

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyoroti tiga siswa SMA asal Palangka Raya, Kalimantan Tengah yang berhasil memenangkan lomba ilmiah Internasional. Mereka berhasil menyembuhkan kanker payudara pada tikus dengan kayu Bajakah.

Penemuan ketiga siswa tersebut membuat Jokowi ingin bertemu mereka di Istana Negara. Dia ingin mengetahui dukungan apa yang telah diberikan pemerintah atas penemuan mereka.

"Yang penting ketemu anak-anaknya dulu. Ya kan? Seperti apa sehingga kita tau hubungan apa yang sudah diberikan pemerintah pusat kepada para peneliti-peneliti muda ini," kata Jokowi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/8).

Advertisement

Dia menilai, apa yang telah ditemukan para siswa itu adalah penemuan besar. Namun untuk mendapatkan penelitian yang optimal, masih perlu dilakukan riset lebih lanjut lagi.

"Saya kira ini sebuah riset yang dilakukan anak-anak menemukan penemuan besar. Tapi itu kan baru awal nanti ada tindak lanjutan menuju ke sebuah penelitian yang lebih detail," jelas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Diketahui, Tiga pelajar SMA Negeri 2 Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rafi Akbar, Aysa Maharani dan Anggina Rafitri berhasil menemukan khasiat pohon bajakah, tumbuhan khas Suku Dayak untuk menyembuhkan kanker.

Advertisement

Penelitian dilakukan ketiganya di laboratorium Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin. Hasilnya ditemukan zat-zat yang diyakini dapat menyembuhkan kanker. Ketiga sisa SMA ini kemudian mengolahnya dalam bentuk teh celup.

Berkat penemuan ini mereka berhasil meriah medali emas pada ajang kompetisi tingkat dunia di Seoul, Korea Selatan.

Rafi Akbar, penggagas pemanfaatan bajakan bercerita, ide awalnya penelitian tersebut berawal dari kondisi kesehatan sang nenek. Menurutnya, penyakit kanker payudara stadium empat yang diidap nenek hilang setelah rutin mengonsumsi bajakan selama tiga bulan.

"Nenek saya 40 tahun lalu kurang lebih kena kanker payudara stadium 4. kebetulan kakek dan nenek bekerja perawat. Jadi untuk (pengobatan) secara medis belum memiliki biaya. akhirnya kakek juga mencari tahu dari orang suku-suku dahulu akhirnya dapat bajakan. Ini dicoba oleh kakek nenek, akhirnya alhamdulillah sembuh total dalam waktu singkat dua bulan tiga bulan," kata Rafi Akbar kepada wartawan. Dilansir dari video Liputan6.com.

Dengan penelitian tersebut, Rafi Akbar ingin memperkenalkan keberhasilannya kepada masyarakat luas. "Dan saya ngangkat ini, kearifan lokal ini, mau memperkenalkan kepada dunia luar bahwa ini kami generasi muda Dayak, mencoba memperkenalkan kearifan lokal bahwa kami bisa," lanjutnya.

Baca juga:
Partai Pendukung Jokowi Bakal Beri Pertimbangan Soal Gerindra Gabung Koalisi
Datang ke Kompleks Parlemen, Jokowi Pantau Persiapan Sidang Tahunan
PPP Sebut Jokowi Rampungkan Kabinet Tanpa Beritahu Partai
Besok Pidato di Sidang Tahunan, Jokowi Datangi Kompleks Parlemen Malam Ini
Presiden Jokowi Kukuhkan Paskibraka HUT ke-74 RI
Dapat Penghargaan dari Jokowi meski Pernah Tersangka Korupsi, Ini Kata Hadi Poernomo
NasDem Sebut Kecil Kemungkinan Partai Oposisi Masuk Kabinet

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.