LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jokowi: 1 Minggu ini medsos isinya fitnah, adu domba dan provokasi

Jokowi: 1 Minggu ini medsos isinya fitnah, adu domba dan provokasi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga prinsip-prinsip Pancasila sebagai dasar negara Kesatuan Republik Indonesia. Indonesia merupakan Negara yang terdiri dari berbagai suku bangsa, ras dan agama.

2016-11-12 23:02:00
Presiden Jokowi
Advertisement

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga prinsip-prinsip Pancasila sebagai dasar negara Kesatuan Republik Indonesia. Indonesia merupakan negara yang terdiri dari berbagai suku bangsa, ras dan agama.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyatakan aksi demonstrasi pada 4 November 2016 lalu bukanlah hal yang dilarang. Justru memang diperbolehkan dalam undang-undang.

"Seperti demo pada tanggal 4 November lalu. Umat yang datang itu niatnya baik dengan kesungguhan, dan konstitusi kita memang memperbolehkan untuk menyampaikan aspirasi dan pendapat tapi ada aturan dan ketentuan hukum yang harus kira ditaati," kata Jokowi dalam sambutan di acara Silaturahim Nasional Ulama Rakyat di Ecovention Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (12/11).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden ketujuh Indonesia itu juga mengingatkan tentang kebersamaan sebagai bangsa. Jangan sampai negara terpecah belah. Sebab belakangan ini kata Jokowi, berbagai informasi di media sosial isinya memicu terjadinya perpecahan.

"Jangan sampai ada yang ingin merusak kebersamaan ini, memecah belah kita. Karena kalau kita lihat di medsos pada satu bulan, satu minggu belakangan ini isinya saling menghujat, saling mengejek, saling, memaki banyak yang fitnah, adu domba dan memprovokasi," tutur Jokowi.

Melihat fenomena tersebut, mantan Wali Kota Solo itu menilai sikap-sikap tersebut bukanlah karakter bangsa Indonesia yang sarat akan tata nilai bangsa.

"Itu bukan karakter bangsa Indonesia, bukan tata nilai Indonesia, bukan tata nilai umat kita, bukan. Dan kita tidak mau kita rusak karena infiktasi menjadi bagus yang suka menghujat, memaki, adu domba. Bangsa kita punya budi pekerti sopan santun, akhlakul karimah yang baik," sambung Jokowi.

Untuk itu politisi PDIP ini berharap para pengguna media sosial untuk berbenah dan kembali pada karakter bangsa Indonesia yang tak saling menghujat, menjatuhkan atau mengadu domba. Karena sikap yang demikian itu bukanlah karakter bangsa Indonesia.

"Tapi yang tadi kita sampaikan di media sosial sekali lagi, marilah kita waspadai bersama-sama, mengingatkan sama-sama, itu bukan nilai-nilai bangsa Indonesia, bukan nilai kesantunan bangsa. Kalau tidak diingatkan kita akan bergeser ke yang tadi saya sampaikan," kata Jokowi mengakhiri.

Baca juga:
Desakan-desakan agar kasus Ahok segera tuntas
PBNU sentil Jokowi, jangan saat genting saja silaturahmi komunikasi
Cak Imin bandingkan kemenangan Donal Trump saat Jokowi jadi presiden
Ini alasan Jokowi temui ulama, TNI dan Polri usai ada demo Ahok
Daya upaya Jokowi ingatkan rakyat tak mudah terpancing konflik SARA
Diberi pantun Cak Imin, Jokowi balas soal infrastruktur batiniah

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.