LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Johan Budi: Tindakan pencegahan KPK tidak diberitakan media

"Pencegahan dan penindakan harus simultan. Tidak ada pencegahan tanpa penindakan," kata Johan.

2015-08-25 14:26:05
Pansel Pimpinan KPK
Advertisement

Plt Wakil Ketua KPK Johan Budi mengikuti tahap seleksi akhir penjaringan pimpinan KPK oleh tim pansel di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta. Salah satu anggota Pansel, Harkristuti Harkrisnowo menanyakan masalah penindakan KPK yang selama ini disoroti oleh masyarakat.

"Pak Jobud (Johan Budi), dari penindakan dan pencegahan, jika Anda terpilih sebagai ketua KPK, mana yang Anda dahulukan," tanya Tuti, sapaan akrab Haristuti di Ruang Serba Guna, Lantai Dasar, Gedung 3, Kementerian Sekretariat Negara, Jl. Veteran no 18, Jakarta 1011, Jakarta, Selasa (25/8).

"Pencegahan dan penindakan harus simultan. Tidak ada pencegahan tanpa penindakan. Kalau saya jadi pimpinan KPK dua ini saya lakukan," jawab Johan Budi.

Lanjut dia, informasi banyaknya kasus penangkapan yang seolah-olah menjadikan citra KPK sebagai 'tukang tangkap' tak lepas dari pemberitaan media. Hal itu, kata dia, menguatkan persepsi publik atas KPK yang menomorduakan tindakan pencegahan.

"Persepsi publik banyak penindakan itu karena informasi media. Apa KPK hanya sedikit pencegahan? Saya kira tidak. Kami saya sudah lakukan (pencegahan) tapi tidak diberitakan (media). Ini tidak salah karena media lebih tertarik dengan penindakan yang memancing banyak orang menontonnya," para dia.

Menurut Johan, penanganan masalah korupsi di Indonesia bukan hanya pada penindakan (penangkapan, penyidikan, dsb) semata, tetapi juga perlu ditangani secara dini melalui upaya sosialisasi yang terus menerus kepada masyarakat secara simultan.

"Keduanya harus sinergi. Penindakan itu memang hasilnya kasat mata. KPK punya modul pencegahan tahun 2008. Juga hasilnya kan tidak serta merta, perlu waktu," tandas dia.

Baca juga:
Seleksi tahap akhir, calon pimpinan dicecar Pansel KPK
Johan Budi: Saya setuju koruptor dihukum mati!
Capim Jimly ingin KPK jadi lembaga permanen, masuk dalam UUD
Pansel cecar Jimly: Apakah bakal mundur jika tak jadi ketua KPK?
Di depan Pansel Capim KPK, Jimly tak setuju koruptor dihukum mati

(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.