JNE Semarang bantah ada penggerebekan narkoba
" Pihak kepolisian hanya melakukan pengawasan dan pemantauan di kantor JNE cabang Semarang," ujar Visi Firman.
Pihak JNE cabang Semarang membantah ada penggerebekan narkoba yang dilakukan polisi di kantornya. Polisi hanya memantau pelaku yang berada di sekitar kantor JNE.
"Pihak kepolisian tidak melakukan penggerebekan. Pihak kepolisian hanya melakukan pengawasan dan pemantauan di kantor JNE cabang Semarang," ujar Head of Corporate Communications, Visi Firman kepada merdeka.com, Selasa (3/7).
Menurut Firman, penangkapan yang dilakukan polisi terhadap kurir narkoba berada di luar kantor JNE Semarang. Sebagai penyedia jasa pengiriman barang, JNE telah memperketat pengawasannya.
"Sesuai dengan prosedur tetap dan standar operasional terkait pengiriman paket yang sudah dimiliki oleh JNE, prosedur pengiriman barang melalui JNE semakin diperketat," katanya.
Setiap petugas cash counter JNE, kata Firman, wajib untuk melakukan pengecekan dengan memeriksa dan membuka paket yang akan dikirimkan melalui darat maupun udara. Pengecekan dilakukan dihadapan pelanggan sesuai prosedur yang berlaku.
"Namun tidak menimbulkan kecurigaan sedikitpun karena ketika diperiksa, paket tersebut berisi makanan," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada Jumat (29/6) Sat Resnarkoba Polda Jateng dan Polrestabes Semarang menggerebek kantor JNE Semarang. Polisi menemukan paket sabu yang ditulis suplemen. Satu orang kurir narkoba bernama Ridwan diamankan dengan barang bukti 26 gram sabu.(mdk/did)