LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

JK tolak bantuan Umar Patek bebaskan 10 WNI disandera Abu Sayyaf

Jk tegaskan pembebasan 10 WNI dilakukan oleh pemerintah Filipina.

2016-04-08 18:41:34
WNI disandera Abu Sayyaf
Advertisement

Pemerintah menolak bantuan mantan teroris Umar Patek untuk membebaskan 10 Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina. Sebab, pemerintah hanya meminta bantuan otoritas Filipina.

"Ah enggak ada itu," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantornya, Jakarta, Jumat (8/4).

Pria akrab disapa JK mengaku bahwa ada penawaran Umar Patek untuk membantu membebaskan sandera. Namun dia tegaskan, negara tak boleh negosiasi dengan terorisme.

"Iya menawarkan diri, tapi kita tak ingin negosiasi itu, jadi lewat pemerintah Filipina," kata dia.

Sebelumnya, pemerintah dikabarkan meminta bantuan terpidana teroris Umar Patek untuk melobi kelompok militan Abu Sayyaf, agar membebaskan 10 Warga Negara Indonesia yang disandera dua pekan terakhir. Sebagai balasan, Umar Patek minta remisi 10 tahun penjara. Saat ini dia baru menjalani hukuman selama empat tahun.

Informasi itu diperoleh surat kabar the Australian, dua hari lalu, dari keterangan salah satu pejabat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Dikonfirmasi terpisah, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu tidak membantah adanya rencana melibatkan narapidana terorisme dalam negosiasi pembebasan sandera WNI di Filipina Selatan. "Yang penting, kalau yang disandera selamat kenapa enggak," kata Ryacudu di Jakarta.

Umar Patek alias Hisyam bin Alizein merupakan asisten koordinator lapangan dalam aksi terorisme Bom Bali Pertama pada tahun 2002. Insiden itu menewaskan 202 orang.

Umar Patek disebut-sebut pernah membekali para petinggi militan Abu Sayyaf saat ini dengan pelatihan menggunakan senjata api serta merakit bom.

Terpidana teroris asal Jawa Tengah ini hidup berpindah-pindah negara. Tapi pria blasteran Jawa-Arab ini mukim paling lama di Mindanao Filipina serta Afghanistan.

Sempat dekat dengan Al Qaidah, pelarian Umar Patek akhirnya berakhir pada 25 januari 2011 di Kota Abbottabad, Pakistan karena tertangkap intelijen setempat. Tak sampai setahun berikutnya, dia diekstradisi ke Tanah Air. Saat masih buron, Umar Patek dicari oleh pemerintah Amerika Serikat, Australia, serta Indonesia, dengan nilai buruan mencapai USD 1 juta.

Baca juga:
Muncul kabar Umar Patek siap lobi Abu Sayyaf bebaskan 10 WNI
Keluarga berharap negosiasi korban penyanderaan berjalan lancar
Pemerintah tahu keberadaan 10 WNI disandera lewat pantauan satelit
Jokowi sebut diplomasi dengan Filipina & Abu Sayyaf masih berjalan
JK sebut pembebasan sandera 10 WNI tak ada batas waktu

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.