JK Soal Habib Rizieq: Begitu Ada Pemimpin Kharismatik, Orang Mendukungnya
Namun JK menyayangkan, sosok pemimpin alternatif yang hadir bukanlah mereka yang bercokol di Parlemen atau Partai Politik. Sebab, hal itu mengindikasikan ketidakpercayaan dengan tatanan sistem negara demokrasi yang menempatkan kedua hal tersebut sebagai wadah aspirasi.
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK, memandang fenomena Rizieq Syihab yang menciptakan lautan manusia saat kepulangannya, mencerminkan kekosongan sosok pemimpin. Karenanya, saat Rizieq kembali hadir, tak janggal masifnya massa yang menyambut dengan antusias.
"Kekosongan itu begitu ada pemimpin kharismatik, ada (seorang) yang berani memberikan alternatif, maka orang (akan) mendukungnya," ujar JK saat menjadi pembicara dalam acara webinar kebangsaan yang dihelat oleh PKS, Jumat (20/11).
Namun JK menyayangkan, sosok pemimpin alternatif yang hadir bukanlah mereka yang bercokol di Parlemen atau Partai Politik. Sebab, hal itu mengindikasikan ketidakpercayaan dengan tatanan sistem negara demokrasi yang menempatkan kedua hal tersebut sebagai wadah aspirasi.
"Kenapa dia (massa) tidak percayai DPR untuk bicara? Kenapa tidak percaya partai untuk mewakili itu? Kenapa masyarakat memilih Habib Rizieq untuk menyuarakan aspirasi?" tanya JK.
Introspeksi Diri
JK pun mengajak seluruh masyarakat untuk berintrospeksi. Dia berharap, agar tataran demokrasi Indonesia yang dinilainya sudah baik tidak lagi kembali menjadi demokrasi jalanan.
"Proses (demokrasi) harus kita perbaiki. Jangan kembali lagi ke demokrasi jalanan, ini bisa kembali bila wakil dipilihnya tidak memperhatikan aspirasi," jelas JK.
Reporter: Muhammad Radityo
Sumber: Liputan6.com
(mdk/rnd)