JK sebut AS negara agak sombong saja minta maaf dalam kasus Panglima TNI
JK sebut AS negara agak sombong saja minta dalam kasus Panglima TNI. JK menyebut Amerika Serikat biasanya tidak mudah mengeluarkan permohonan maaf. Tapi dalam kasus ini mereka telah berkali-kali menyampaikan permintaan maafnya.
Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai masalah penolakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke Amerika Serikat sudah usai. AS telah meminta maaf dan mengakui ada kesalahan administrasi. Mereka juga mengundang Jenderal Gatot mengunjungi AS.
"Amerika sudah mengaku kesalahannya bahwa itu kesalahan administrasi. Juga sudah minta maaf. Saya pikir ini kesalahan komputer. Kesalahan administrasi kan. jadi ya sudah lah, kita juga tidak ingin bertengkar terus. yang penting Amerika sudah minta maaf," kata JK di Istana Wapres, Kamis (26/10).
JK menyebut Amerika Serikat biasanya tidak mudah mengeluarkan permohonan maaf. Tapi dalam kasus ini mereka telah berkali-kali menyampaikan permintaan maafnya.
"Jadi negara sebesar Amerika itu yang agak sombong itu, minta maaf itu kalau perlu betul. Ya minta maaf agak mahal. dan itu sudah meminta maaf, ya sudah. Menurut saya perdebatannya sudah, ujung-ujungnya sudah minta maaf," kata JK.
Walau begitu, JK tetap meminta AS memperbaiki sistem administrasinya. Jangan sampai kasus seperti ini terulang.
JK mengaku rombongannya pun pernah tertahan gara-gara ada kesalahan dalam sistem administrasi di AS.
"Supaya tidak terulang, Amerika harus memperbaiki juga dia punya sistem. jadi ini kan sistem ini karena hanya kalau salah ada alarm berbunyi. Jadi mungkin masuk komputer, tiba-tiba ada Gatot yang sama, ya mungkin ada masalah, ya dikira inilah itu," tutup JK.
Baca juga:
Misi rahasia jenderal TNI bebaskan pesawat tempur AU yang ditahan AS
Panglima Tentara AS kembali undang Jenderal Gatot ke Amerika
Kisah Jenderal TNI larang Kopassus latihan di AS karena bisa bikin manja
Kisah Jenderal TNI larang Kopassus latihan di AS karena bisa bikin manja
Isu 7 Jenderal TNI yang pernah dilarang masuk Amerika Serikat