JK: KIS dan KIP disebar antisipasi kenaikan harga BBM
JK menyadari imbas dari kenaikan BBM bersubsidi adalah kenaikan harga-harga barang.
Wakil Presiden, Jusuf Kalla menegaskan, penyebaran Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) merupakan upaya mengantisipasi kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi.
Nantinya, dana subsidi BBM tersebut akan dialihkan untuk dana kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat melalui KIS dan KIP.
"Kenaikan BBM kan mengalihkan subsidi dari konsumtif ke produktif, salah satu pengalihannya ke kesejahteraan sosial masyarakat. Ini juga kartu sehat itu sumbernya dananya ialah kita mengalihkan subsidi itu," ucap JK di Kantor Wakil Presiden, Jl. Medan Merdeka Utara, Senin (3/11).
JK menyadari imbas dari kenaikan BBM bersubsidi adalah kenaikan harga-harga barang. Oleh sebab itu, pemerintah terlebih dahulu melakukan penyebaran KIS dan KIP agar dana subsidi bisa langsung dialihkan saat subsidi BBM dikurangi.
"Mengalihkan subsidi itu kan efeknya kenaikan harga. Tapi kan kita mengalihkan subsidi. Bukan kompensasi, hasil dari kenaikan itu ialah dialihkan, bukan kompensasinya. Sekarang subsidi itu kita berikan ke yang punya mobil, itu kini kita ambil, kita alihkan ke rakyat yang tidak mampu," jelas JK.(mdk/bal)