LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jimly sayangkan sekelas Fadli Zon masih gemar menyerang pribadi

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie menilai kicauan Fadli Zon, menandakan tingkat demokrasi Indonesia masih rendah. Jimly mengukurnya karena kritikan lebih menyerang secara pribadi.

2018-04-01 19:00:00
Fadli Zon
Advertisement

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie menilai kicauan Fadli Zon, menandakan tingkat demokrasi Indonesia masih rendah. Jimly mengukurnya karena kritikan lebih menyerang secara pribadi.

"Di dalam budaya demokrasi yang masih rendah tingkat peradabannya itu suka menyerang pribadi, dalam tingkat maju objek serangan bukan pribadi tapi gagasan kebijakan," ujar Jimly saat dihubungi merdeka.com, Minggu (1/4).

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon berkicau soal Indonesia butuh pemimpin seperti Presiden Rusia Vladimir Putin, bukan yang banyak utang dan planga plongo. Dalam cuitan Fadli tidak menyebutkan nama.

Advertisement

Jimly melihat, seseorang sudah jadi pejabat pun tidak menaikan derajat kualitas kritik. Malah hal ini menandakan kualitas demokrasi secara keseluruhan. "Pejabat pun belum tentu tinggi peradabannya, bisa masih rendah, dan itu tingkat rata-rata peradaban demokrasi kita masih serang pribadi," kata Jimly.

Dia menambahkan, jika pihak penerima kritik, tersinggung atas serangan tersebut, maka sama saja level demokrasi dengan pengkritik. Dia mencontohkan, pada zaman kerajaan, seorang raja akan tersinggung kalau dikritik rakyat.

"Peradaban penerima kritik juga sama. Misal di negara yang tingkat tinggi kemajuannya, orang serang pribadi tidak tersinggung itu pejabat," kata Jimly.

Advertisement

Jimly melihat kritik Fadli Zon wajar sebagai pihak oposisi, dan hal tersebut akan membanjiri mendekati 2019. Menurutnya, masyarakat sudah bisa mengkritisi fenomena tersebut.

"Itu ramai riuh rendahnya demokrasi dan itu sehat. Tidak usah terganggu tapi nanti yang akan merespons rakyat yang sudah berkembang, makin kritis. Nanti tercermin di hasil Pilpres apakah kelompok A atau B yang dapat kepercayaan rakyat, yang akan menang Pilpres dan Pemilu," kata Jimly.

Baca juga:
Tsamara minta Fadli Zon ungkap siapa pemimpin planga plongo
Ketum PPP: Yang dilakukan Fadli Zon 'psywar' yang menyesatkan publik
Fadli Zon: Putin bisa singkatan Prabowo untuk Indonesia
Surya Paloh: Kalau butuh sosok seperti Putin tinggal saja di Rusia!
Fadli Zon dinilai layak dikritisi soal tweet putin & pemimpin planga plango

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.