Jika UN dihentikan, pemerintah diminta tingkatkan kualitas guru
"Kalau tujuannya untuk menaikkan mutu pendidikan nasional, kita dukung," tegas Jimmy.
Pakar Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Jimmy Paat setuju dengan rencana pemerintah menghentikan Ujian Nasional (UN) dan dialihkan ke program Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN).
Jimmy mempresidksi, ada perbaikan kualitas pendidikan nasional jika UN dihapus. "Kami menolak UN sudah sebelumnya. 12 tahun menunggu," kata Jimmy di Kantor ICW, Jalan Kalibata Timur, IVD Nomor 6, Jakarta Selatan, Minggu (4/12).
Jimmy memastikan, rencana penerapan USBN di sekolah-sekolah bakal mendapat dukungan dari berbagai pihak jika pemerintah betul-betul berorientasi pada kualitas pendidikan nasonal.
"Kalau tujuannya untuk menaikkan mutu pendidikan nasional, kita dukung," tegas Jimmy.
Namun, lanjut dia, program USBN tidak boleh serta merta diserahkan kepada pihak sekolah sebagai penyelenggara utama pendidikan. Harus ada kolaborasi antara sekolah, masyarakat dan pemerintah di dalamnya.
Jimmy juga mengingatkan, pemerintah harus bekerja keras dalam meningkatkan kualitas guru yang akan menjadi tokoh utama dalam penyusunan soal USBN. Jika kualitas guru tak ditingkatkan, maka segala program pendidikan pemerintah akan gagal.
"Kualitas sekolah tinggi atau tidak terletak pada guru. Jadi saya mau katakan guru jadi harapan, kalau tidak sesuai dengan harapan nasional maka akan gagal," tandas Jimmy.
Baca juga:
PPP setuju Ujian Nasional dihapus
Komnas PA setuju pemerintah moratorium Ujian Nasional mulai 2017
Rencana penghapusan ujian nasional disambut baik di Jawa Timur
Aher tegaskan Jawa Barat siap ikut moratorium UN
Soal UN, Komisi X DPR sebut sejak dilantik Mendikbud bikin stres
Kornas JPPI: Kita setuju moratorium UN