LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

'Jika PPKM Darurat Diperpanjang Jangan Hanya Pertimbangkan Aspek Kesehatan'

Lebih lanjut, Herry menyampaikan, aspek sosiologis yang meliputi kondisi ekonomi dan taraf kesejahteraan sosial masyarakat juga harus diperhatikan pemerintah.

2021-07-13 22:37:52
PPKM Darurat
Advertisement

Pemerintah akan memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga Agustus 2021 mendatang. Kebijakan ini sudah dilaksanakan sejak 3 Juli 2021 lalu.

Dengan akan diperpanjangnya kebijakan itu, Pengamat Sosial-Politik (Sospol) dari Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA), Herry Mendrofa mengatakan, jika pemerintah memperpanjang PPKM Darurat maka mesti mempertimbangkan aspek kesehatan serta aspek sosiologisnya.

"Penerapan PPKM Darurat tidak hanya mempertimbangkan aspek kesehatan yang notabene sudah menjadi urgensi, namun ada aspek sosiologis yang sebenarnya tidak kalah penting juga melekat pada kehidupan masyarakat," kata Herry dalam keterangan persnya, Selasa (13/7).

Advertisement

Lebih lanjut, Herry menyampaikan, aspek sosiologis yang meliputi kondisi ekonomi dan taraf kesejahteraan sosial masyarakat juga harus diperhatikan pemerintah.

"Selama ini saya melihat pemerintah ini kurang komprehensif dalam menentukan kebijakan penanganan pandemi Covid-19. Kondisi ekonomi dan taraf kesejahteraan sosial masyarakat diabaikan saat mengeluarkan kebijakan," ujarnya.

Bahkan Sekjen Perkumpulan Profesi Pekerjaan Sosial (PROPEKSOS) ini justru khawatir akan adanya implikasi berkepanjangan terhadap sektor lainnya jika PPKM Darurat diperpanjang.

Advertisement

"Hingga saat ini, kebijakan pemerintah dalam menekan Covid-19 hasilnya belum menunjukkan tren positif. Angka Covid-19 meningkat, proyeksi pertumbuhan ekonomi terus menurun serta angka kemiskinan yang bertambah. Artinya semuanya tidak efektif," ungkapnya.

Sehingga, ia mendorong pemerintah agar memperhatikan setiap aspek fundamental dan menganggap keseluruhan elemen tersebut adalah penting diselamatkan.

"Saya optimis jika Jokowi memiliki jajaran yang mumpuni menghadapi krisis bisa melakukan terobosannya yang tidak hanya memperhatikan aspek kesehatan semata, namun keseluruhan aspek harus seirama untuk dikondisikan dengan baik," jelas Herry.

Apalagi Herry menyebutkan dengan ditunjuknya Menkomarves, Luhut Panjaitan justru meningkatkan efektifitas dan efesiensi kebijakan pada masa pandemi ini.

"Pak Luhut saya kira sejauh ini sudah tepat, tinggal kita lihat realitasnya apakah mendatangkan implikasi positif atau cenderung stagnan seperti sebelumnya," tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyampaikan rencana skenario untuk kemungkinan PPKM Darurat yang diperpanjang Darurat mencapai 4-6 minggu.

"PPKM Darurat selama 4-6 minggu dijalankan untuk menahan penyebaran kasus. Mobilitas masyarakat diharapkan menurun signifikan," tulis, Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Bersama dengan Badan Anggaran DPR RI, Senin (12/7).

Oleh karena itu, APBN akan diperkuat untuk merespons dampak negatif peningkatan kasus Covid-19 kepada perekonomian dan diperlukan akselerasi vaksinasi, efektivitas PPKM Darurat, dan kesiapan sistem kesehatan, baik itu fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan.

Baca juga:
Kadin: Daya Tahan Masyarakat dan Industri Sudah Hampir Habis
Menko Luhut Minta Buruh Terapkan Sehari di Rumah dan Sehari Kerja
Kota Sorong Papua Resmi Terapkan PPKM Darurat hingga 20 Juli
Langgar PPKM, Pabrik Garmen dan Sepatu di Garut Didenda Rp15 Juta
Wagub Pastikan Jakarta Siap Jika PPKM Darurat Diperpanjang hingga 6 Minggu

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.