LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jika ditutup, 'sampah' Gang Dolly akan cemari kota Surabaya

Ani PSK Dolly mengklaim, hasil dari usaha lendir warga di sekitar lokalisasi itu, mereka bisa menyekolahkan anak mereka

2014-05-19 15:39:18
Gang Dolly
Advertisement

Penghuni lokalisasi Gang Dolly dan Jarak, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jawa Timur, mengakui kalau prostitusi itu adalah 'sampah.' Namun, jika tidak dikelola dan berada di tempatnya, sampah-sampah itu akan mencemari kota lebih luas. Terlebih lagi 'sampah' di lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara ini, menjadi sumber penghidupan bagi warga sekitar.

Hal ini diungkap salah satu mucikari Gang Dolly, usai menggelar aksi penolakan penutupan lokalisasi di depan Kantor Kelurahan Putat Jaya, Senin (19/5).

"Di sini (Gang Dolly dan Jarak) itu sampah. Ada banyak sampah di situ. Di situ juga ada kakek-kakek dan cucu-cucu yang butuh makan. Kalau sampah ini sudah tidak lagi di tempatnya, mau jadi apa nanti," kata salah satu mucikari Gang Dolly, Ani.

Para penghuni lokalisasi yang didirikan Nonik Belanda, Tante Dolly di zaman kolonial ini juga mengancam akan tetap bertahan meski penutupan yang dijadwalkan pada 19 Juni mendatang itu tetap dilaksanakan.

"Kami akan bertahan. Bahkan aksi ini, tidak hanya berhenti di sini (kantor kelurahan), tapi kami akan ngluruk wali kota di kantor Pemkot Surabaya," ancamnya.

Selama ini, masih kata dia, Pemkot Surabaya tidak pernah menggelar pertemuan dengan warga terkait masalah penutupan.

"Pemkot hanya menyuruh da'i-da'i dan ustadz untuk sosialisasi. Selama ini, kita kucing-kucingan dengan Pemkot. Dengan dalih moral, Pemkot menyuruh da'i-da'i mendekati kami," katanya

"Kita ada di sini demi masa depan generasi. Siapa sih yang peduli dengan nasib kami di sini, kami juga tidak pernah merepotkan pemerintah. Tapi kenapa mereka (Pemkot Surabaya) usil menutup usaha kami," lanjut dia.

Ani juga mengklaim, hasil dari usaha lendir warga di sekitar lokalisasi itu, mereka sukses menyekolahkan anak-anak mereka. "Karena usaha ini pula, banyak warga yang berhasil menyekolahkan anak-anaknya, ada yang jadi polisi ada juga yang jadi dokter," klaim Ani.

Seperti diketahui, setelah sukses menutup empat lokalisasi di Surabaya, yaitu Tambak Asri, Bangunsari, Sememi dan Klakah Rejo, Wali Kota Tri Rismaharini kembali akan menutup pusat lokalisasi di Kota Pahlawan. Penutupan lokalisasi yang konon terbesar se-Asia Tenggara ini, juga didukung oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Namun, rencana itu dipastikan tidak berjalan mulus seperti penutupan empat lokalisasi lain. Sebab, rencana Risma si Singa Betina itu, ditentang oleh wakilnya sendiri, Whisnu Sakti Buana dan beberapa elemen massa di Gang Dolly dan Jarak, seperti Front Pekerja Lokalisasi (FPL) dan Gerakan Rakyat Bersatu (GRB). Elemen lain yang turut mendukung Laskar Merah Putih dan Pagarjati juga siap berdiri melawan Risma untuk menutup Gang Dolly dan Jarak.

Baca juga:
Ratusan PSK demo tolak penutupan Gang Dolly
Mucikari: Gang Dolly masih sangat dibutuhkan masyarakat
Warga Gang Dolly: Risma 'singa betina' yang langgar aturan
Sebulan lagi Dolly ditutup, demo ratusan PSK 'panaskan' Surabaya
Ini alasan Whisnu berseberang dengan Risma soal penutupan Dolly

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.