LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jika alami kecelakaan di laut, 39 ribu nelayan Jateng bakal ditanggung asuransi

Program asuransi ini diluncurkan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dengan premi Rp 175 ribu, nelayan yang meninggal di laut ahli warisnya mendapat Rp 200 juta, meninggal di darat Rp 175 juta, cacat tetap Rp 100 juta, dan yang sakit mendapat Rp 20 juta.

2017-11-22 23:02:00
Nelayan
Advertisement

Program asuransi yang digulirkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendapat sambutan dari nelayan. Di Jawa Tengah dari sekitar 53 ribu nelayan, 39.486 di antaranya telah mengikuti asuransi nelayan.

Dirjen Perikanan Rangkap KKP RI, Syarif Wijaya, mengungkapkan program asuransi bertujuan memberi rasa aman kepada keluarga nelayan. "Jadi seandainya kala melaut ada kecelakaan, mereka sudah ditanggung asuransi. Minimal bisa untuk cadangan biaya pendidikan anak," jelasnya di Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung, Kabupaten Rembang, Rabu (22/11).

Program ini sejalan dengan amanat UU Perlindungan Nelayan dan Petambak Garam. Syarif menambahkan, klaim untuk nelayan yang mengikuti asuransi tergantung pada risiko yang dialami. Dengan premi Rp 175 ribu, nelayan yang meninggal di laut ahli warisnya mendapat Rp 200 juta, meninggal di darat Rp 175 juta, cacat tetap Rp 100 juta, dan yang sakit mendapat Rp 20 juta.

Advertisement

"Selain asuransi, kita juga memiliki anggaran Rp 500 miliar untuk membantu permodalan nelayan," jelasnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 82 miliar sudah tersalur untuk 2.400 nelayan.

Program bantuan lain yang dikucurkan adalah bedah kampung nelayan untuk memperbaiki rumah tidak layak huni serta pemberian kapal berukuran 5 GT dan 10 GT. "Untuk Rembang kita memberi empat kapal. Termasuk juga alat tangkapnya," kata Syarif.

Perhatian untuk nelayan ini sejalan dengan perintah Presiden Joko Widodo yang menginginkan laut menjadi masa depan bangsa. "Berdasar perintah Presiden tersebut, kita dari KKP mencanangkan kedaulatan laut, keberlanjutan, dan kesejahteraan," tegasnya.

Advertisement

Salah satu bukti program tersebut adalah keberhasilan 'memukul' 7.000 kapal asing. Syarif mengatakan kapal asing berkapasitas 200 GT dalam sekali tangkap mampu mengangkut 60 ton ikan. "Nelayan lokal maksimal tidak bisa menandingi kapal asing. Saat ini setelah kapal asing minggir, banyak muncul komoditas ikan baru yang ditangkap nelayan lokal," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan pemerintah tidak akan meninggalkan nelayan. "Saat ini kita sedang melakukan revolusi sistem, aturan-aturan termasuk izin di laut kita permudah agar nelayan bisa melaut dengan tenang," jelasnya.

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.