LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jessica tak nyaman karena dituduh sebagai pembunuh

Psikiater: Tidak Menunjukkan adanya ketakutan dan kecemasan.

2016-08-18 13:29:10
Jessica Tersangka
Advertisement

Psikiater forensik RSCM dr Natalia Widiasih melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap Jessica Kumala Wongso, terdakwa kasus kematian Wayan Mirna Salihin pada 11-16 Februari 2016. Dia menjelaskan detail pemeriksaan harian yang dilakukan saat itu.

Pada 11 Februari 2016, mulai pukul 10.00-14.00 WIB, Jessica menjalani pemeriksaan dan tes kepribadian di RSCM. Jessica diminta merefleksikan diri. Hasil pemeriksaan hari pertama menunjukkan Jessica sangat hati-hati dan tidak percaya pada orang lain.

Psikiater menanyakan apa yang dirasakan Jessica. "Tidak nyaman karena semua orang menilai saya sebagai pembunuh," ujar Natalia menirukan jawaban Jessica, dalam sidang di PN Jakarta Pusat, Kamis (18/8).

Advertisement

Sore harinya Jessica diminta bebas bercerita, namun dia menolak menceritakan perkara dan kejadian tewasnya Mirna jika tidak didampingi pengacara. Dia hanya menegaskan akan berupaya melakukan pembelaan. Jessica akhirnya bersedia menulis kronologi kejadian setelah diyakinkan oleh pihak pengacara dan ibunya.

Pada 12 Februari 2016 dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui ada tidaknya gangguan kejiwaan setelah dia dituduh melakukan tindakan pembunuhan. Dari pemeriksaan disimpulkan Jessica sangat tenang dan bisa menghandle situasi dengan cukup baik.

"Tidak Menunjukkan adanya ketakutan kecemasan. Kondisi kejiwaan saat diperiksa kala itu enggak ada gangguan," jelasnya.

Advertisement

Pemeriksaan dilanjutkan pada 13 Februari 2016 mulai pukul 10.00 WIB sampai 16.00 WIB. Pemeriksaan psikologis untuk menilai kondisi intelektual dan kepribadiannya. Termasuk pola pikir dan harapan Jessica. Secara kognitif fungsi berpikir jessica sangat baik. Tidak ada kemungkinan gangguan mental dalam memberi atau mengolah informasi.

Pada pemeriksaan 14 Februari 2016, psikiater meminta dihadirkan ibu Jessica dan Hani untuk menilai kondisi mentalnya. Pihaknya juga meminta kepolisian menayangkan cctv untuk melihat reaksi Jessica saat menonton itu.

"Setelah nonton tayangan, kita tanyakan kenapa diam? Saya bingung mau melakukan apa katanya," ucap Natalia menirukan Jessica.

Pemeriksaan 15 Februari 2016 memeriksa kesehatan Jessica kaitan pengaruh obat dan dugaan kekerasan. Jessica mengaku tidak memiliki riwayat obat kesehatan. Pemeriksaan terakhir dilakukan pada 16 Februari 2016 .

"Kita lihat betul ada konsistensi data. Apa yang ada dari tampilan dan pikiran Jessica konsisten. Secara statistik Jessica bagus untuk situasi tenang stabil. Untuk yang butuh berpacu waktu. Emosinya terpengaruh," katanya.

Baca juga:
Psikiater forensik RSCM bersaksi di sidang Jessica
Momen-momen emosi Jessica tak stabil
Jessica tak alami gangguan jiwa tapi agresif sampai mau bunuh diri
Sidang Jessica, hakim dan pengacara tolak dua psikiater dari JPU
Minim informasi saksi ahli, pengacara Jessica protes sikap JPU
Sidang lanjutan Jessica, ahli racun dan psikiater bakal bersaksi
Begini keanehan gestur Jessica saat Mirna kejang versi psikolog

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.