Jeremi penyidik terbaik, diduga bunuh diri karena stres
Menurut Rikwanto, semalam yang bersangkutan masih masih bekerja di kantor bersama beberapa rekannya.
Brigadir Jeremi Manurung, anggota Unit V Dit Reskrimum Polda Metro Jaya ditemukan tewas bersimbah darah dengan lobang peluru menganga di keningnya. Jeremi diduga tewas bunuh diri di rumahnya.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, Brigadir Jeremi selama ini dikenal sebagai penyidik terbaik.
"Sebab bunuh diri saat ini masih di dalami, sementara ini korban di duga stres," ujar Rikwanto, Jumat (24/5).
Menurut Rikwanto, semalam yang bersangkutan masih masih bekerja di kantor bersama beberapa rekannya. Sekitar pukul 10.00 WIB, Jeremi pulang ke rumahnya di Jalan Kusen 1 RT 6 RW 2 nomor 2, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur.
"Sampai di rumah korban menurut keterangan istrinya langsung masuk kamar dan mengunci diri. Jeremi tidak mau buka pintu, istri korban kemudian pergi menjemput anaknya pulang sekolah," tambahnya.
Namun hingga Yuli, sang istri datang Jeremi masih tidak membuka pintu kamar. Yuli lalu memanggil mertuanya yang tinggal tak jauh dari rumah korban.
"Mereka berdua membuka paksa pintu dengan linggis, begitu juga pintu kamar, dan didapati korban sudah tergeletak tidak bernyawa dengan kepala berdarah dan pistol ada di TKP," terangnya.
Polisi yang mendapat laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Saat ini korban ada di RS Ongkomulyo (Omni) Pulomas dan rencananya akan diautopsi di RS Polri.