Jenazah TKI korban perkosaan & pembunuhan masih berada di Malaysia
Sebelum ditemukan meninggal, KD diketahui sempat berkomunikasi dengan keluarga. Dia menyebut akan segera pulang ke kampung halamannya di Malang. KD meminta dikirimkan sejumlah uang untuk biaya transportasi pulang ke Tanah Air.
KD (42), Tenaga Kerja Indonesia (TKW) ditemukan meninggal dunia pada Minggu (6/11) di Petaling Jaya, Selangor, Malaysia. Korban tercatat sebagai warga Jalan Keramat RT 15/ RW 03, Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.
Korban berangkat ke Malaysia sekitar tahun 2007 dan belakangan diketahui menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan. Pemerkosaan terjadi di lorong kedai Jalan PJU No.5/12, Dataran Sunwe, Kota Damarsya, Petaling Jaya, Selangor Malaysia.
"Diduga terkait kasus perkosaan dan pembunuhan di sebuah kafe di Petaling Jaya Malaysia pada 6 November," ujar Sukardi, Kepala Seksi Penempatan, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang melalui telepon, Senin (21/11).
Sebelum ditemukan meninggal, KD diketahui sempat berkomunikasi dengan keluarga. Komunikasi terakhir, dia menyebut akan segera pulang ke kampung halamannya di Malang. KD meminta dikirimkan sejumlah uang untuk biaya transportasi pulang ke Tanah Air.
"Pada 4 November korban sempat berkomunikasi dengan anaknya, bilang kalau mau pulang," kata
Disnaker Kabupaten Malang telah menerima surat dari KBRI di Kuala Lumpur tertanggal 11 November 2016. Surat tersebut meminta pengecekan kebenaran alamat korban di Indonesia, karena statusnya yang tidak dilengkapi dokumen.
"Belum bisa mengorek keterangan lebih lanjut karena keluarga masih berduka," tegasnya.
Kepala P4TKI (Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) Malang, Muhammad Iqbal mengatakan, telah melakukan pengecekan pada keluarganya. Pengecekan tersebut salah satunya untuk kepentingan pemulangan jenazah korban.
"Untuk keperluan rencana pemulangan jenazah, saya ke lapangan menelusuri dan alamat, memang sudah sesuai. Sudah bertemu keluarga dan terus berkoordinasi dengan KBRI," kata Iqbal.
Korban diduga berangkat tidak sesuai dengan prosedur atau ilegal. Karena tidak ditemukan dokumen namanya baik di P4TKI maupun Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan BNP2TKI. Pihaknya saat ini sedang melakukan koordinasi pemulangan jenazah dengan KBRI. Beberapa dokumen sedang dipersiapkan agar segera dipulangkan ke Tanah Air.
"Ada beberapa surat yang sedang diurus. Kalau sudah terpenuhi akan kami bantu proses pemulangannya, kapannya belum ada kepastian," katanya.
Jenazah KD masih disemayamkan di Hospital Sungai Buloh setelah dilakukan pemeriksaan forensik Kepolisian Diraja Malaysia. KD merupakan janda dengan empat anak yang sudah delapan tahun berkerja di Negeri Jiran. Sejak bekerja, korban sudah dua kali pulang ke Indonesia.
Baca juga:
Jadi korban pemerkosaan, TKW asal Malang tewas dibunuh