Jenazah pelaku penusukan anggota Brimob belum diambil dari RS Polri
Menurut Kabag Humas RS Polri AKBP Kris pihak keluarga pelaku saat ini masih diperiksa oleh penyidik untuk diminta keterangan lebih lanjut.
Mulyadi, pelaku penusukan terhadap dua anggota Brimob seusai melakukan salat Isya di Masjid Falatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, masih berada di RS Polri Soekanto Kramatjati. Hingga kini, belum ada pihak keluarga yang mengurus dan mengambil jenazah.
Menurut Kabag Humas RS Polri AKBP Kris pihak keluarga pelaku saat ini masih diperiksa oleh penyidik untuk diminta keterangan lebih lanjut.
"Belum ada pihak keluarga yang datang mas, kan pihak keluarga lagi di tanya-tanya sama penyidik," ujarnya kepada merdeka.com melalui sambungan telepon, Senin (3/7).
Menurut Kris, masalah pengambilan jenazah merupakan bagian dari penyidikan dan harus ditanyakan ke penyidik yang menangani kasus tersebut, lebih jauh, lanjut Kris, pihaknya hanya sebagai tempat untuk penitipan jenazah tersebut.
"Belum mas, kalau masalah itu silahkan tanya ke penyidik saja, rumah sakit hanya penempatan saja, jadi tanyakan ke penyidik," singkatnya.
Mulyadi terpaksa ditembak mati oleh polisi karena tidak mau menyerah usai melakukan penusukan terhadap dua anggota Brimob di Masjid Falatehan. Dia beraksi seorang diri dan diduga merupakan simpatisan Jemaah Ansharut Tauhid (JAD).
Baca juga:
Wiranto ingatkan umat Islam agar tidak mudah terpengaruh internet
Mensos Khofifah besuk 2 anggota Brimob korban penusukan di RS Polri
Jenguk polisi korban penusukan, istri Kapolri beri sumbangan dana
Balas dendam jadi alasan teroris serang polisi
Brimob korban penusukan diperkirakan bisa pulang 3 hari lagi