Jemput dua Srikandi Indonesia, Menpora harap jadi inspirasi bagi para atlet
Fransiska dan Dimitri tergabung dalam tim The Women of Indonesia's Seven Summits Expedition Mahitala-Unpar (WISSEMU) berhasil mengibarkan merah putih di puncak Everest pada Kamis 17 Mei 2018 pukul 05.50. Di mana pendakian sendiri dimulai sejak 29 Maret 2018.
Menpora Imam Nahrawi menyambut kedatangan dua Srikandi Indonesia yang telah berhasil mengibarkan bendera merah putih di puncak Everest yaitu Fransiska Dimitri (Didi) dan Mathilda Dwi Lestari (Hilda), di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (1/6). Menpora juga mengapresiasi dengan memberikan beasiswa berupa uang masing-masing senilai 20 juta.
"Indonesia bangga dengan Srikandi kita. Kita melihat Didi dan Hilda kembali ke pangkuan ibu pertiwi dengan kegembiraan yang luar biasa," katanya penuh gembira.
Kata dia, kalau Didi dan Hilda sudah berhasil, maka para atlet Asian Games juga harus berprestasi. Ia berharap nanti para atlet Indonesia yang berlaga di Asian Games dapat terinspirasi oleh keduanya.
Mengetahui bahwa usia perkuliahan kedua mahasiswi Universitas Parahyangan itu sudah menginjak tujuh tahun, Menpora menyarankan agar Unpar memberikan terobosan terhadap mahasiswanya yang sudah melampaui angka akademik.
"Jadi menurut saya tidak harus bikin skripsi, bikin laporan dan dokumentasinya, langsung wisuda. Kalau perlu jadikan mereka wisudawan terbaik," katanya kepada Rektor Unpar disambut gelak tawa para penyambut.
Karena menurutnya, yang dilakukan dua Srikandi ini hanya satu yang mereka korbankan, yaitu untuk merah putih. Hal ini kata dia, diharapkan dapat berlaku bagi para atlet di mana tidak harus ikut kuliah di bangku perkuliahan namun dapat membawa nama harum Indonesian.
"Semoga ini mengular dan menginspirasi bagi kita semua," katanya.
Sementara itu, Hilda menyampaikan terima kasih kepada keluarga, teman-teman, pemerintah, dan keluarga Universitas Parahyangan atas sambutan dan dukungan yang luar biasa diberikan.
"Terima kasih atas doa doa yang telah diberikan kepada kami sehingga kami bisa kembali. Jaya Indonesia," tambah Didi.
Didi juga bercerita bahwa semua yang dilalui selama mendaki selalu memiliki kesan yang tidak dapat dilupakan. Ada satu momen saat ia dan Hilda jalan ke puncak Everest, mereka melihat satu mayat.
"Itu lumayan jadi reminder juga bahwa tetap harus waspada, jalan ke puncak itu setengah jalan, dan puji Tuhan selamat," kenangnya.
Keduanya mengaku sempat jatuh bangun dalam mencari sponsor, hingga akhirnya dapat Bank BRI dan Multikarya Asia Pasifik Raya. Ia berpesan jangan menyerah bagi siapapun yang ingin mengikuti jejaknya. Ia juga berharap ada lagi pendaki yang lebih dari keduanya.
Untuk diketahui, Fransiska dan Dimitri tergabung dalam tim The Women of Indonesia's Seven Summits Expedition Mahitala-Unpar (WISSEMU) berhasil mengibarkan merah putih di puncak Everest pada Kamis 17 Mei 2018 pukul 05.50. Di mana pendakian sendiri dimulai sejak 29 Maret 2018.
Keduanya berhasil mengakhiri tujuh rangkaian pendakian yang telah dimulai sejak tahun 2014. Di antaranya Gunung Carstensz Pyramid, Papua (4.884 mdpl) ada 13 Agustus 2014, Gunung Elbrus Rusia (5.642 mdpl) pada 24 Mei 2015, Gunung Kilimanjaro Tanzania (5.895 mdpl) pada 24 Mei 2015, Gunung Aconcagua Argentina (6.962 mdpl) pada 30 Januari 2016, Gunung Vinson Massif Antartika (4.892 mdpl) pada 5 Januari 2017, dan Gunung Denali Amerika Serikat (6.190 mdpl) pada Juli 2017.
(mdk/hhw)