Jembatan Sungai Serayu ambruk diterjang banjir
Jalur Banjarnegara-Wonosobo, Jawa Tengah sempat terputus.
Jembatan yang menghubungkan Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo, Jawa Tengah, yang sedang dibangun, ambruk diterjang banjir Sungai Serayu. Bangkai jembatan yang menghubungkan dua kabupaten tersebut hingga kini belum diangkat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Tursiman mengatakan jembatan yang ambruk tersebut menghubungkan Desa/Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara dengan Desa Sempol Kecamatan Sigaluh, Wonosobo, Jateng.
"Jembatan baru saat ini sedang dibangun itu ambruk karena terjangan banjir Kali Serayu," ungkap Tursiman dihubungi merdeka.com, Selasa (11/12).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banjarnegara, Supriyo menjelaskan jembatan tersebut merupakan proyek bersama dua Kabupaten yaitu Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Rencananya, jembatan tersebut akan dibangun sepanjang 90 meter dengan lebar tujuh meter.
"Kabupaten Banjarnegara mengerjakan sepanjang 60 meter. Namun baru dilakukan tujuh sesi atau 40 meter sudah ambruk," jelasnya.
Supriyo menyatakan Dana pembangunan jembatan tersebut mencapai Rp 5 miliar. "Kami sudah merencanakan akan mengangkat material jembatan yang terjatuh ke sungai. Pembangunan jembatan akan tetap dilanjutkan," tuturnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejak Senin pukul 16.30 WIB, Kecamatan Sigaluh diguyur hujan deras dengan intensitas sangat tinggi. Sekitar pukul 17.50 WIB terjadi aliran banjir yang membawa material sampah, gelondongan kayu serta rumpun bambu dalam jumlah yang cukup banyak.
Kemudian sekitar pukul 18.10 WIB, 16 tiang penyangga jembatan terlepas dari badan jembatan karena diterjang arus banjir.
(mdk/ian)