Jembatan putus, tiga desa di Kendal terendam banjir
Keempat jembatan yang putus itu berada di dua kecamatan mengakibatkan jalur alternatif dari Kendal ke Temanggung.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kendal, Jawa Tengah, mengakibatkan sungai Bodri meluap menyebabkan ratusan rumah yang berada di tiga desa terendam banjir. Empat jembatan juga terputus.
Keempat jembatan yang putus itu berada di dua kecamatan mengakibatkan jalur alternatif dari Kendal ke Temanggung terputus dan ratusan warga di lima desa terisolir.
Keempat jembatan yang putus akibat diterjang banjir adalah jembatan Desa Kaliputih, jembatan Desa Banyuringin, jembatan Desa Sidodadi Kecamatan Singorojo dan jembatan di Desa Tambahsari Kecamatan Limbangan.
Akibatnya, bantuan dari Pemkab Kendal yang diperuntukan warga yang rumahnya digenangi banjir terpaksa berbalik arah karena akses jalan terputus untuk mencari jalan alternatif.
Sampai saat ini, akibat meluapnya sungai Bodri ratusan rumah di tiga desa yang berada di Kecamatan Patebon tergenangi oleh air dengan ketinggian rata-rata 50 cm. Tiga desa di Kecamatan Patebon yang terendam banjir adalah desa Pidodokulon, Pidodo Wetan dan desa Bangunsari.
Selain menggenangi pemukiman penduduk, luapan air sungai juga menggenangi ratusan hektar tanaman jagung dan tanaman lombok. Dipastikan puluhan hektar tanaman milik warga itu akan mengalami rusak dan gagal panen.
Senen, salah seorang perangkat desa Patebon menyatakan banjir kali ini merupakan banjir tahunan meski di kecamatan Patebon tidak turun hujan.
Kepala BPBD Kendal, Paul Simorang mengaku sudah mengirimkan karung-karung untuk mengendalikan luapan air sungai Bodri. Namun, pihaknya belum bisa menjelaskan berapa jumlah kerugian yang ditaksir akibat peristiwa tersebut.
"Kita hanya bisa menanggulangi luapan sungai Bodri dengan mengirimkan karung-karung. Tapi untuk kerugian kita masih melakukan pendataan," pungkasnya.(mdk/did)