Jemaah Ukhuwah Islamiyyah Majalengka Lebaran Hari Ini
Mereka merayakan Lebaran lebih awal karena mengikuti patokan Rukyat secara global. Jika di sejumlah negara muslim telah terlihat hilal maka berlaku untuk negara muslim lain.
Pemerintah telah menetapkan hari raya Idulfitri jatuh pada Rabu (5/6). Namun, sebagian umat muslim di Indonesia sudah merayakan Idulfitri terlebih dahulu.
Seperti sebagian warga Kabupaten Majalengka Jawa Barat. Umat muslim di Majalengka melaksanakan salat Idulfitri yang digelar oleh Jemaah Ukhuwah Islamiyyah di Masjid Taqiyyudin, Kutamanggu, Majalengka Selasa (4/6).
Mereka merayakan Lebaran lebih awal karena mengikuti patokan Rukyat secara global. Jika di sejumlah negara muslim telah terlihat hilal maka berlaku untuk negara muslim lain.
"Iya kami lebaran lebih dulu karena tidak mengikuti rukyat lokal di sini," kata ketua panitia Salat Idulfitri Jemaah Ukhuwah Islamiyah Majalengka Amas.
Amas menjelaskan, penetapan Salat Ied lebih awal karena penentuan bulan Qomariyah berdasarkan Rukyat Hilalbi'ain. Atau dengan kata lain rukyat hilal dengan mata.
Oleh karena itu, jika ada satu negeri melihat hilal maka berlaku untuk semua kaum muslim di seluruh dunia. Dia menyatakan, penetapan Idulfitri dengan metode rukyat hilal tersebut tidak ada yang berbeda.
"Tidak ada bedanya juga antara penduduk hijaz dengan di Syam," ujar dia.
Amas mengatakan, perbedaan bulan Qomariah dianggap persoalan yang kompleks untuk dibahas. Seperti persoalan ilmu fiqih antara rukyat global dan lokal.
Selain itu, persoalan astronomi serta penentuan orang yang berhak memutuskan kapan awal dan akhir ramadan. Usai mengikuti Salat Id, Jemaah Ukhuwah Islamiyah Majalengka saling bersalaman.
Sementara itu, Khotbah Idulfitri pun disampaikan Kh Aa Facrurrazi. Dia menjelaskan, buah dari umat muslim menjalankan ibadah puasa yakni takwa.
"Hakikat takwa mengutip penjelasan Sayidina Ali RA adalah takut kepada zat yang maha agung," jelas dia.
Oleh karena itu, umat muslim diwajibkan untuk melaksanakan apa yang menjadi perintah Allah. Perintah tersebut untuk bekal umat muslim di hari akhir salah satunya dengan berpuasa.
Dia juga mengatakan, di hari Idulfitri identik dengan hari kemenangan. Umat muslim yang berhasil menjalankan ibadah puasa sebulan penuh akan merasakan kemenangan.
"Menang melawan hawa nafsu melawan setan melawan setiap kecenderungan dan perilaku menyimpang dan lainnya termasuk keadilan," kata dia.
"Hari raya yang penuh dengan kemenangan semacam ini yang sepantasnya dirayakan" kata dia.
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Laksanakan Salat Id, Warga Padati Persimpangan Pasar Senen
Menkominfo Harap Lebaran Jadi Momen Sebar Konten Positif dan Kurangi Hoaks
Hindari Macet, Kapolri Minta Pemudik Lebaran 2019 Pulang Lebih Awal
Ribuan Jemaah Salat Idul Fitri Padati Masjid Istiqlal
Melihat Salat Idul Fitri di Pelabuhan Sunda Kelapa