Jemaah haji Indonesia dilarang melontar jumrah pada waktu ini
Komitmen mematuhi larangan waktu melontar ini penting demi kelancaran bersama dan untuk menghindari kemacetan akibat penumpukan jemaah.
Jadwal waktu larangan untuk melontar jumrah bagi jemaah haji Indonesia telah diumumkan. Hasil ini telah dikeluarkan oleh Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi melalui Muassasah Asia Tenggara.
Berdasarkan edaran tersebut, Daker Makkah mengeluarkan maklumat terkait waktu larangan melontar jamarat bagi jemaah haji Indonesia pada 6 Agustus 2017 lalu. Maklumat ditujukan kepada seluruh Kepala Seksi dan Kepala Sektor Daker Makkah agar informasi seputar larangan ini bisa segera disosialisasikan kepada jemaah haji Indonesia.
Kepala Daker Makkah Nasrullah Jasam mengatakan, komitmen mematuhi larangan waktu melontar ini penting demi kelancaran bersama dan untuk menghindari kemacetan akibat penumpukan jemaah. “Jemaah haji Indonesia agar memperhatikan dan mentaati jadwal waktu melontar jumrah,” tulisnya, Senin (6/8) pekan lalu.
Berikut ini waktu yang dilarang bagi jemaah haji Indonesia untuk melontar jumrah yang menjadi salah satu wajib haji:
1. 10 Dzulhijjah larangan melontar jamarat dari pukul 06.00 s.d. 10.30 WAS;
2. 11 Dzulhijjah larangan melontar jamarat dari pukul 14.00 s.d. 18.00 WAS;
3. 12 Dzulhijjah larangan melontar jamarat dari pukul 10.30 s.d. 14.00 WAS.
Kepada PPIH Arab Saudi, Nasrullah meminta agar mensosialisasikan waktu larangan ini sehingga bisa dipahami dan ditaati oleh seluruh jemaah haji Indonesia.
Baca juga:
Semua penyedia katering jemaah Indonesia dapat surat teguran
Makanan buat jemaah haji sudah basi, PT Bahar Harr akui lalai
Kisah Masjid Al Ghamamah dan awan yang payungi Rasulullah SAW
Daftar tunggu calon jemaah haji Aceh 25 tahun
55 Ribu lebih jemaah sudah diberangkatkan dari Madinah ke Makkah