LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jelang sembahyang Imlek, Gegana sterilisasi 3 Vihara di Samarinda

Ginting menerangkan, 12 personelnya yang diterjunkan melakukan sterilisasi, membawa peralatan lengkap pendeteksi dan penjinak bom. "Kita bawa peralatan lengkap untuk proteksi dan penjinak bom," ujar dia.

2018-02-16 00:03:00
Tahun Baru Imlek
Advertisement

Tiga tempat ibadah Imlek 2569 warga Tionghoa di Samarinda, Kalimantan Timur, disterilisasi 12 e Detasemen Gegana Brimob Polda Kalimantan Timur. Tidak ditemukan benda mencurigakan selama proses sterilisasi.

Ketiga tempat ibadah itu adalah Budhist Centre di Jalan DI Panjaitan, Vihara Eka Dharma Manggala di Jalan Urip Sumoharjo, serta kelenteng Thian Ie Kiong di Jalan Yos Sudarso. Kegiatan sterilisasi mulai digelar pukul 15.00 Wita sore tadi.

Pantauan merdeka.com di Vihara Eka Dharma Manggala, tim Gegana tiba sekira pukul 16.15 Wita, setelah sebelumnya menyisir Budhist Centre. Membawa peralatan lengkap, satu persatu personil Gegana, menyisir sudut ruang sembahyang utama.

Advertisement

"Jelang Imlek, kami memang lakukan strelisasi pengamanan tempat ibadah. Tidak ada hal mencurigakan yang kami temukan," kata Kanit Gegana Brimob Polda Kalimantan Timur Iptu Ronly Ginting, ditemui merdeka.com, Kamis (15/2) sore.

Ginting menerangkan, 12 personelnya yang diterjunkan melakukan sterilisasi, membawa peralatan lengkap pendeteksi dan penjinak bom. "Kita bawa peralatan lengkap untuk proteksi dan penjinak bom," ujar dia.

Malam nanti, mulai pukul 18.30 Wita, Brimob menempatkan personilnya di 3 kelenteng dan paguyuban Tionghoa, memberi rasa aman sembahyang Imlek. "Ada 2 personil di tiap kelenteng, dari Detasemen B Satbrimob Polda Kaltim," sebutnya.

Advertisement

Sementara, pengurus Wihara Eka Dharma Manggala, Lukman Suryadi menjelaskan, Wihara Eka Dharma yang dibangun sejak 1995 lalu berdaya tampung 300 orang. Malam nanti, perkirakan ada 200 warga Tionghoa yang sembahyang. "Mulai sembahyang jam 10 malam nanti. Karena lewat jam 12 tengah malam, itu sudah tahun baru," kata Suryadi.

Dia menerangkan, secara keseluruhan, ada sekitar 2.000 orang warga Tionghoa. "Cuma kan ada yang sembahyang di kelenteng lain. Jadi kalau malam ini, ada sekitar 200 orang sembahyang," demikian Suryadi.

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.