Jelang sahur, umat Muslim di Buleleng gelar ruwatan desa
Ruwatan ini bertujuan mensucikan diri dan mendoakan para leluhur.
Ada tradisi unik yang dilakukan umat muslim di desa Pejarakan, Kecamatan Grogakl, Buleleng, Bali. Usai tarawih menyambut Ramadhan 1436, mereka menggelar ritual ruwatan desa.
Ruwatan ini bertujuan mensucikan diri dan mendoakan para leluhur. Demikian dikatakan KH Musirin MZ, saat memimpin umat membaca surat Yasin dan tahil. Semua berdoa melantunkan ayat suci Alquran, bahkan tampak ada yang berlinang air mata.
Begitulah suasana ruwatan desa yang diikuti ratusan orang Rabu malam (17/6) jelang dini hari.
Ketua Gerakan Pemuda Anshor Pejarakan, Abdul Karim Abraham mengatakan, ruwatan desa ini diselenggarakan setiap tahunnya setiap kali menjelang bulan Ramadhan.
“Ruwatan desa ini telah lama kami lakukan setiap tahun. Selain untuk mensucikan diri juga mendoakan dan mengingat para leluhur, sesepuh desa yang sudah meninggal. Sudah tradisi jelang Ramadhan," ujarnya.
Untuk selanjutnya, mereka menggelar makan bersama yang dikenal di Bali dengan istilah "Megibung". Tradisi makan bersama ini dengan satu nampan berisi lauk dan sayur dimakan secara bersama-sama langsung di nampan tersebut.
Baca juga:
Al El Dul jadi tamu spesial di hari puasa pertama Maia Estianty
Ini yang dikangenin Virzha saat puasa
Ini kota pertama di Amerika yang terapkan syariat Islam
Shireen Sungkar pastikan keluarga tetap aktif saat Ramadan
Presiden Jokowi tarawih pertama di Masjid Istiqlal