LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jelang Puncak Haji, Jemaah Diminta Hemat Energi dan Tenaga

Meminimalisir kelelahan berlebihan, Arsad menyarankan agar jemaah melaksanakan salat fardhu di masjid-masjid sekitar pemondokan atau musala di hotel jemaah. Meskipun memang tidak dilarang jika kondisi jemaah memang memungkinkan salat Masjidil Haram.

2022-06-28 10:40:07
Naik Haji
Advertisement

Haji adalah ibadah fisik. Itu sebabnya, kesehatan tubuh sangat penting diperhatikan jemaah.

Jemaah haji diminta mulai mengurangi aktivitas -aktivitas lainnya. Jemaah disarankan mempersiapkan diri dengan banyak istirahat menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina. Sehingga semua rangkaian ibadah yang menjadi rukun dan wajib haji bisa dilaksanakan dengan baik tanpa ada kendala.

"Dalam beberapa hari ini sebelum pelaksanaan armuzna, jemaah kita diminta meminimalisir aktivitas-aktivitas yang lain misalnya umroh. Artinya mereka untuk menghemat energi dan tenaga sehingga pada puncaknya nanti wukuf dalam kondisi sehat," ujar Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Arsad Hidayat, kepada tim Media Center Haji (MCH) Daerah Kerja (Daker) Bandara di Jeddah.

Advertisement

Arsad sangat khawatir ketika tenaga jemaah sudah diporsir di awal, padahal puncak haji belum tiba. Meminimalisir kelelahan berlebihan, Arsad menyarankan agar jemaah melaksanakan salat fardhu di masjid-masjid sekitar pemondokan atau mushalla di hotel jemaah. Meskipun memang tidak dilarang jika kondisi jemaah memang memungkinkan salat Masjidil Haram.

"Ibadah haji itu ya Arafah. Jangan nanti sunnahnya didahulukan, yang menjadi wajib itu karena kondisinya lemah tidak bisa melakukan wajib dan rukun haji. Ini kan rugi sekali," ungkapnya.

Arsad menambahkan, saat ini Makkah sudah dipadati jemaah dari berbagai negara termasuk Indonesia. Untuk jemaah haji Indonesia sendiri diperkirakan tinggal 20 ribu lagi yang segera tiba di Jeddah. Artinya konsentrasi massa saat ini akan terpusat di Kota Makkah, sehingga berpotensi permasalahan yang muncul seperti orang kesasar lebih besar.

Advertisement

"Untuk itu kami melakukan penguatan di sektor khusus dengan penambahan personel yaitu 40 petugas persif. Ini luar biasa, agar kita bisa maksimal memberi pelayanan sekitar Masjidil Haram sebagai tempat pusat ibadah," jelasnya.

Petugas juga diminta memberikan perhatian khusus pada titik rute bus internasional yaitu Mahbas Jin-Bab Ali. Sebab bus-bus tidak hanya ditumpangi negara Indonesia. Jadi potensi desak-desakan dan crowded akan semakin tinggi.

"Maka kita juga sudah berkoordinasi akan melakukan penambahan jumlah petugas kita khususnya petugas transportasi di sekitar Mahbas Jin-Bab Ali untuk membantu jemaah kita terlindungi. Karena kalau sudah berdesak-desakan dengan jemaah dari negara lain, jemaah kita akan kalah. Ini butuh perhatian dan perlindungan dari petugas transportasi," tutup Arsad.

Baca juga:
Bus Shalawat Setop Operasi 5 Dzulhijjah, Jemaah Haji RI Diminta Salat Dekat Hotel
Jemaah Haji Indonesia Dievakuasi dari KKHI Madinah ke Makkah Bertambah jadi 6 Orang
Skenario Pelayanan Jemaah Indonesia Saat Puncak Haji di Armuzna
Lambaian Tangan Lepas Keberangkatan Jemaah Kloter Terakhir dari Madinah ke Makkah
VIDEO: Kondisi Tempat Pengolahan Katering Jemaah Haji Indonesia di Jeddah
Update 27 Juni 2022: 72.092 Jemaah Haji Indonesia Sudah Berada di Arab Saudi
Jelang Puncak Haji, Kendaraan Masuk Makkah Diperketat Cegah Semrawut & Macet

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.