LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jelang puasa, harga jengkol kembali naik

"Nasi dengan menu jengkol dijual Rp 15 ribu per bungkus, kini menjadi Rp 25 ribu bungkus," ujar Anand.

2014-06-03 14:37:12
Jengkol Mahal
Advertisement

Meski buah jengkol bukan termasuk kebutuhan pokok, namun harga jualnya di sejumlah wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi dalam beberapa hari terakhir melonjak tajam. Jengkol yang biasanya Rp 200 menjadi Rp 600/butir.

Sejumlah pemilik rumah makan dan warung nasi di Tanjung Jabung Barat (Tanjabar) khususnya di Kota Kuala Tungkal dan sekitarnya, Selasa mengaku, buah jengkol akhir-akhir ini sulit didapat dan harganya melonjak tajam.

"Buah jengkol sering dicari konsumen rumah makan, tapi sekarang agak sulit didapat, sehingga harganya juga meningkat dua kali lipat," kata Anand, pemilik usaha rumah makan di Kecamatan Tungkal Ilir seperti dikutip dari Antara, Selasa (3/6).

Advertisement

Dia mengaku, di pasar, jengkol mengalami lonjakan harga cukup tinggi dibanding buah-buahan lainnya. Akibatnya, harga jual nasi dengan menu jengkol juga naik.

"Jika biasanya nasi dengan pelengkap menu jengkol dijual Rp 15 ribu per bungkus, kini menjadi Rp 25 ribu bungkus. Jengkol bukan cuma mahal, carinya juga sulit," katanya.

Sementara itu, menurut keterangan seorang pedagang, melonjaknya harga jengkol ini akibat minimnya pasokan jengkol dari pengumpul. Jika dua pekan lalu pedagang hanya menunggu dan diantar pengumpul, kini harus mencari ke kampung-kampung.

Advertisement

"Meski dijemput, harganya pun sudah naik, bagaimana kita tidak menaikkan harga jual," kata seorang pedagang Abdul Muhin.

Diperkirakan, kelangkaan jengkol ini bisa terjadi sampai dua bulan, seperti yang pernah terjadi tahun lalu, sekalipun tidak separah seperti sekarang.

Selain jengkol, harga ayam di sejumlah pasar di Tanjabar juga mengalami kenaikan, jika seminggu lalu ayam masih dijual Rp 20 ribu sampai Rp 22 ribu/Kg, kini di bandrol menjadi Rp 25 ribu/Kg.

Dampak kenaikan ini, banyak konsumen lebih memilih ikan laut, yang harganya relatif murah ketimbang membeli ayam. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tanjabar Kosasih saat dikonfirmasi mengatakan, kenaikan harga ini merupakan hal yang wajar menjelang bulan puasa, namun tidak akan berlangsung lama.

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.