LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jelang Pilpres 2019, penyebaran hoaks dipastikan bertujuan politik

Hoaks telah terbukti menjadi penyebab konflik masyarakat. Tidak hanya itu hoaks juga mengancam demokrasi di Indonesia.

2018-03-14 16:02:04
Berita Hoax
Advertisement

Jelang tahun politik 2019 hoaks semakin bermunculan. Ada hal yang jadi dasar aktor pelaku hoaks. Menurut Ahli Komunikasi, Kuskrido Dodi Ambardi aktor hoaks tersebut adalah mereka yang memiliki tujuan politik.

"Mereka yang memiliki tujuan politik. Punya tujuan komersial dan mereka yang punya ovonturir saja," kata Dodi saat diskusi Digital Culture Syndicate dengan tema 'Menguak aktor-aktor politik hoaks di tahun politik' di Bakoel Coffe, Rabu (14/3).

Dia menjelaskan aktor hoaks tersebut mereproduksi tinggi dan sistematik karena mereka memiliki tujuan serta mendapatkan keuntungan. Kemudian ovorturir kata Dodi yaitu bersifat individual kadang kala aktor hoaks tidak punya informasi lengkap. "Kadang kala aktor tersebut tidak punya informasi lengkap," ungkap Dodi.

Advertisement

Tidak hanya Dodi, Sosiolog dari Universitas Gadjah Mada, Arie Sujito juga menduga bahwa produsen hoaks adalah bagian kalangan kelas menengah. Salah satunya dia menduga adalah dari partai politik.

"Mereka adalah bagian politik saya menduga misalnya. Tapi poin saya adalah mereka yang menguasai teknologi. menguasai informasi dan menguasai luang. yang menyesatkan publik. dan mengotori ruang publik melalui hoaks," kata Arie.

Kemudian, Arie juga menilai hoaks telah terbukti menjadi penyebab konflik masyarakat. Tidak hanya itu hoaks juga mengancam demokrasi di Indonesia.

Advertisement

"Perluasan distrust (kehilangan kepercayaan) menciptakan keresahan publik, dan masyarakat kian susah membedakan informasi benar dan salah," ungkap Arie.

Oleh karena itu, Arie mengimbau agar publik berhati-hati maraknya hoaks jelang Pilpres 2019. Dengan adanya hoaks, demokrasi Indonesia juga kata dia semakin membahayakan.

"Kita juga harus melakukan penyadaran melalui kampanye dan berbagai literasi digital agar sebaran hoaks tidak membahayakan di masa depan," ungkap Arie.

Baca juga:
PKB ingin lebih mesra, duetkan Jokowi dan Cak Imin sebagai pemimpin zaman now
PDIP ingin cawapres Jokowi lulus kaderisasi partai politik dan dekat dengan rakyat
Demokrat serius bangun poros ketiga di Pilpres 2019
PPP sempat sodorkan nama Ma'ruf Amin jadi Cawapres Jokowi
Said Aqil Siradj disebut patut diperhitungkan jadi cawapres Jokowi

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.