LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jelang perdagangan bebas, Risma ingin belajar bahasa Mandarin

Menurutnya, bahasa Mandarin merupakan bahasa internasional kedua setelah bahasa Inggris.

2014-03-18 16:40:07
Gebrakan Risma
Advertisement

Memasuki era perdagangan bebas ASEAN (AFTA) tahun depan, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengaku ingin belajar bahasa Mandirin. Sebab menurutnya, bahasa Mandarin merupakan bahasa internasional kedua setelah bahasa Inggris.

Risma mengaku tujuannya belajar bahasa Mandarin agar ia mampu berkomunikasi dengan dunia internasional, selain menggunakan bahasa Inggris saat memasuki era perdagangan bebas ASEAN.

"Kenapa tidak, orang belajar itu tidak kenal usia. Tua-muda bisa belajar kapanpun dan memang saya ingin belajar bahasa Mandarin, agar nanti saya bisa berkomunikasi dengan dunia internasional," kata Risma usai pelantikan PNS baru di Gedung Sawunggaling, Surabaya, Selasa (17/3).

Memasuki era AFTA nanti, lanjut dia, dipastikan akan ada banyak pedagang dari China yang masuk Surabaya secara bebas. Karena itu, dia mengimbau kepada seluruh warga agar bisa berbahasa Mandarin.

Mantan Kepala Dinas Pertamanan ini juga mengimbau kepada para guru PNS baru yang dilantiknya, agar mempersiapkan anak didiknya untuk menghadapi AFTA.

"Agar warga Kota Surabaya bisa menjadi tuan dan nyonya di negeri sendiri. Kita harus mempersiapkannya sejak dini. Siswa-siswa di Surabaya harus bisa, paling tidak mahir bahasa Inggris, karena lima tahun ke depan, setelah AFTA, kita kembali memasuki era perdagangan bebas dunia," sambung dia.

Alumnus Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) itu menambahkan, untuk mendukung program tersebut pihaknya telah membangun 'Rumah Bahasa' yang diresmikannya beberapa waktu lalu di kompleks Balai Pemuda Surabaya. Tujuan didirikan Rumah Bahasa ini, agar semua warga Kota Pahlawan, 'melek' bahasa asing.

Harapannya, Rumah Bahasa bisa membantu peningkatan keterampilan berbicara bahasa asing, pelatihan transaksi online, investasi online, dan sebagainya.

"Harapannya, agar warga Kota Surabaya, tidak buta bahasa asing ketika memasuki era perdagangan internasional," pungkas dia.(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.