LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jelang Pembelajaran Tatap Muka, Semua Sekolah dan Kampus di Solo Wajib Gelar Simulasi

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan, menjelang pemberlakuan PTM (Pembelajaran Tatap Muka), Juli mendatang, semua sekolah dan kampus wajib melakukan simulasi. Hal tersebut agar penerapan PTM bisa berjalan lancar dan aman.

2021-03-17 21:31:00
Belajar Tatap Muka
Advertisement

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan, menjelang pemberlakuan PTM (Pembelajaran Tatap Muka), Juli mendatang, semua sekolah dan kampus wajib melakukan simulasi. Hal tersebut agar penerapan PTM bisa berjalan lancar dan aman.

"Semua wajib simulasi, termasuk kampus juga," ujar Gibran, di Solo, Rabu (17/3).

Selain guru dan murid, dikatakannya, vaksinasi Covid-19 juga akan diberikan kepada para dosen mulai pekan depan.

Advertisement

"Kampus, dosen dosen mulai kita vaksin juga, Insyaallah minggu depan," katanya.

Saat ini, lanjut Gibran, beberapa sekolah sudah mengadakan simulasi PTM. Nantinya jumlah siswa yang mengikuti PTM hanya 50 persen, sedangkan 50 persen lainnya belajar secara daring.

Untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ), lanjut dia, Pemkot Solo masih tetap konsisten memberikan bantuan handphone bagi siswa kurang mampu. Hal tersebut sesuai dengan keluhan yang disampaikan orang tua siswa. Ia menolak anggapan jika program PJJ kurang efektif, karena hanya sebatas memberikan tugas kepada siswa.

Advertisement

"Enggak kok, guru-guru ini kan tiap hari mengawal murid muridnya. Jadi bukan hanya ngasih tugas saja. Dan yang namanya situasi seperti ini ya semua harus dimaklumi. Tidak bisa lah disamakan dengan pembelajaran tatap muka. Pasti ada kekurangan kekurangannya. Makanya ini saya kejar biar anak anak itu bisa masuk sekolah lagi," tandasnya.

Untuk pengawasannya, selain melakukan simulasi, pihaknya akan memperbantukan ambulans agar selalu siap di setiap Puskesmas. Sehingga jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan bisa cepat tertangani, Harapannya tidak ada siswa yang terpapar Covid-19.

"Orang tua juga wajib antar jemput jemput anaknya. Jangan sampai setelah pulang sekolah nanti anaknya ke warnet atau ke mana. Dan kalau anaknya tidak sedang fit, tidak perlu dipaksakan masuk sekolah," pungkasnya.

Baca juga:
Jawa Barat Bersiap Buka Sekolah Bulan Juli 2021
Uji Coba Belajar Tatap Muka di Bogor Diperpanjang jika Tak Sebabkan Klaster Covid-19
Kasus Covid-19 Tinggi, Sekolah Tatap Muka di Tasikmalaya Batal Digelar Awal Maret
27 Sekolah di Salatiga Uji Coba Belajar Tatap Muka
Uji Coba Belajar Tatap Muka dengan Menerapkan Protokol Kesehatan di Cibinong
Belajar Tatap Muka di Garut Dijadwalkan Setelah Lebaran

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.