Jelang Nyepi, warga di Bali geruduk swalayan
Ramainya pengunjung yang memborong makanan, hingga sampai antre lebih dari sejam.
Sehari jelang hari raya Nyepi, sejumlah warga mulai memadati sejumlah pusat perbelanjaan di kota Denpasar. Bahkan ramainya pengunjung sudah terasa sejak semalam.
"Sudah dari semalam krodit pak, ramai sekali. Sekarang memang jauh lebih ramai," Ucap Kadek Ayu, salah seorang kasir di sebuah swalayan, Jumat (20/3) di Denpasar, Bali.
Ramainya pengunjung yang memborong makanan, hingga sampai antre lebih dari sejam. Umumnya mereka membeli buah, minuman, jajan dan makanan ringan.
Kabarnya jelang malam pengerupukan, desa adat setempat sudah memberlakukan sejumlah pemilik usaha dagang baik itu swalayan dan toko sudah harus tutup hingga pukul 22.00 WITA, dan sudah wajib mematikan lampu penerang. Ada juga sejumlah tempat usaha yang sudah menutup tokonya sejak siang hari.
"Kalau pemiliknya mudik, kemungkinan siang hari sudah tutup pak," katanya.
Sementara itu pantauan di lapangan, nyaris hampir semua pasar tradisional sudah kosong. Karenanya, sejumlah swalayan yang dipadati pembeli hingga siang ini. Berdasarkan surat edaran dari Gubernur Bali seluruh tempat usaha dan perusahaan serta perkantoran sudah melakukan penghentian aktivitas sejak pukul 00.00 WITA, dini hari nanti malam hingga minggu 22 Maret pukul 06.00 WITA.
Bilamana ada pihak yang sedang melakukan bepergian saat penyepian karena tugasnya, wajib membekali diri dengan surat izin dari desa adat setempat dan kedinasan.(mdk/hhw)