Jelang Libur Tahun Baru, Bulog Jabar Pastikan Stok Beras Aman
Ahmad memastikan lembaganya dan Forum Pengendali Inflasi yang diisi oleh unsur aparat kepolisian dan pemerintah terus memantau perkembangan distribusi.
Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jawa Barat (Jabar) menjamin ketersediaan beras terjaga hingga musim panen berikutnya. Saat ini, stok yang dimiliki hingga mencapai 234 ribu ton.
Menurut Kepala Perum Bulog Divre Jabar, Ahmad Makmun mengatakan, dari jumlah stok yang ada, 200 ribu ton diantaranya adalah beras medium. Sedangkan sisanya disebut kualitas premium.
Stok yang melimpah itu diyakini berimplikasi terhadap harga stabil di pasaran. Paling tidak, kondisi tersebut aman hingga Februari, dengan catatan tidak ada persoalan pasokan dan distribusi.
"Stok diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 16 bulan. Kecuali, jika ada oknum yang bermain menghentikan distribusi beras. Tapi sampai sekarang supply dan distribusi masih dalam kondisi normal, tidak ada persoalan," katanya, Selasa (25/12).
Ia memastikan lembaganya dan Forum Pengendali Inflasi yang diisi oleh unsur aparat kepolisian dan pemerintah terus memantau perkembangan distribusi. Sejak awal tahun 2018, pihaknya telah menyalurkan 96.000 ton beras untuk keperluan operasi pasar. Selain beras, Bulog juga memiliki komoditas gula pasir, daging kerbau, terigu, minyak, dan sedikit daging ayam.
Terkait serapan beras, hingga awal Desember 2018, Bulog Jabar telah menyerap sekitar 244.000 ton. Volumenya serapan Bulog Divre Jabar masuk tiga besar secara nasional, setelah Jawa Timur (Jatim) dan Sulawesi Selatan (Sulsel).
Selain serapan yang tinggi, tidak ada keluhan dari petani di wilayah Jabar. "Kami tidak mendapat laporan harga jual di bawah Rp7.300 per kilogram (kg) nya," pungkas Ahmad.
Baca juga:
Bulog Pastikan Stok Beras Cukup Hingga 14 Bulan
Bulog Klaim Punya 2,6 Juta Cadangan Beras, 80 Persen Jenis Premium
Bulog: Stok Beras dan Daging Cukup hingga Pertengahan Tahun Depan
Bulog Diminta Lepas Stok Beras Besar-besaran Cegah Harga Naik di Akhir Tahun
Pemerintah Diminta Segera Hentikan Polemik Data Beras
Pemerintah Diminta Tetap Waspada Meski Beras RI Surplus 2,85 Juta Ton