Jelang lebaran, berbagai jenis buah durian banjiri Labuhanbatu
Mereka mampu menghabiskan 200-300 buah perharinya dengan harga bervariasi. Mulai dari Rp 5000-Rp 50.000 per buah.
Buah Durian mulai "membanjiri" sejumlah ruas jalan dan persimpangan diseputaran Kota Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Buah berkulit keras berduri itu ada juga berasal dari luar kabupaten. "Dibawa dari Marbau ini," kata Saliman (47) seorang pedagang di Jalan Gatot Subroto, Rantauprapat, seperti diberitakan Antara, Selasa (15/7).
Ia mengakui, buah durian asal Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) tersebut cukup dikenal manis dan harumnya menyengat, terlebih lagi jika jenis durian Sijantung. "Agak lengket di leher rasanya, agak pahit juga," ujar Gatot.
Selain itu sebut Saliman pedagang durian musiman lainnya asal Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, buah durian asal Marbau juga dikenal dengan sebutan Sikantong. "Durian Sikantong itu buahnya tidak lengket kalau dikantongi, tapi agak susah didapat," tambahnya lagi.
Lain lagi pengakuan Nia Harahap yang menggelar dagangannya dipinggiran Jalinsum Rantauprapat. Pihaknya membeli buah durian dari Sidikalang, Kabupaten Dairi untuk dijual di Rantauprapat.
Namun katanya, jika terlalu lama laku, buah durian akan mengalami keretakan. "Karena terlalu lama terjemur, makanya sering retak-retak. Ya pastinya sedikit mengurangi rasanya," papar Nia Harahap.
Pengakuan pedagang buah durian, mereka mampu menghabiskan 200-300 buah perharinya dengan harga bervariasi. "Mulai dari Rp 5000-Rp 50.000 per buah, tergantung besarannya," terang pedagang hampir bersamaan.
Pantauan di lokasi, terdapat puluhan pedagang buah durian di antaranya di sepanjang Jalinsum Rantauprapat, Jalan Imam Bonjol, Jalan Sirandorung, Jalan Ahmad Yani. Dalam menjajakannya, sebagian ada yang menggunakan sepeda untuk berkeliling.(mdk/hhw)