Jelang lebaran, baju koko Uje masih diburu
Belum ada lagi gaya baju koko yang bisa menandingi mode milik Ustaz Jefri Al Buchori ini.
Mendiang Ustaz Jeffry Al Buchori akan selalu dikenang oleh para penggemarnya. Pria yang tewas dalam kecelakaan tunggal motor di kawasan Pondok Indah Jakarta pada April lalu mewariskan baju koko yang khas.
Karena kerap disebut ustaz gaul, baju koko yang dikenakan juga tampak fashionable. Tak jarang dalam beberapa tahun ke belakang baju trendi namun tetap syar'i masih diminati banyak kalangan.
Salah satu penjual baju koko di kawasan Pasar Baru, Bandung, Aris Wijayanto (27) mengaku penjualan baju koko Uje memang pernah mencapai puncak kejayaan dalam dua tahun ke belakang. Semua pembeli menanyakan baju koko yang memiliki kancing setengah dada itu.
"Ya sekarang kan beliau sudah tidak ada, tapi yang menanyakan masih saja ada baju koko Uje," kata Aris karyawan Bougenvile Collection, saat berbincang dengan merdeka.com di tokonya.
Gaya ikonik dengan peci khas Uje menurutnya selalu tersedia, karena tak pernah dilekang oleh waktu. Meski berbalut muslim namun busana Uje menjadi trend tersendiri bagi para pria.
"Walaupun sempat booming ini kata saya akan menjadi warisan tren yang tidak akan luntur," ujarnya.
Sepeninggal tren baju koko gaya Uje, belum ada yang bisa menyainginya kembali. Saat ini pedagang tengah membidik baju muslim dengan gaya kemeja namun tetap bernuansa muslim.
"Ya sekarang paling baju koko kayak kemeja, jadi tidak resmi seperti koko namun bisa dipakai kerja, tapi motifnya beragam," ungkapnya. Harga baju koko yang dijualnya beragam, mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 175 ribu. Ragam motif dan warna bisa didapat di toko ini.
Sementara itu untuk trend mukena, saat ini paling diburu adalah mukena Bali. Mukena ini tetap pada fungsinya menutup semua aurat untuk menjalankan ibadah salat untuk kaum perempuan. Namun motif bunga dengan warna-warninya membuat mukena ini banyak diminati.
Yono (19) salah satu penjual mengatakan mukena bali mulai diminati sejak dua bulan terakhir. Dia tidak mengetahui pasti mengapa mukena bali banyak diminati. "Mungkin karena coraknya yang bagus dan bervariasi," ujarnya. Satu mukena lengkap dengan kantongnya dibanderol Rp 125 ribu.
Bukan saja kawula muda perempuan yang meminati mukena trendi ini, namun ibu-ibu juga kebanyakan tak ingin ketinggalan. "Berbagai kalangan sih, ini memang cocok untuk siapa saja, ukurannya all size," bebernya.(mdk/ian)