LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jelang Larangan Mudik, Pemesanan Tiket KA di Daop 6 Yogyakarta Masih Sepi

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta menyebut, pemesan tiket KA jarak jauh menjelang larangan mudik tanggal 6 Mei dari Solo dan Yogyakarta masih relatif sepi. Jika pada hari normal terdapat 3 ribu lebih calon penumpang, saat ini baru 2.000 tiket yang terjual.

2021-04-29 14:22:50
Larangan Mudik
Advertisement

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta menyebut, pemesan tiket KA jarak jauh menjelang larangan mudik tanggal 6 Mei dari Solo dan Yogyakarta masih relatif sepi. Jika pada hari normal terdapat 3 ribu lebih calon penumpang, saat ini baru 2.000 tiket yang terjual.

"Sampai tanggal 5 Mei ini, untuk posisi penumpang yang sudah booking tiket di wilayah Daop 6 ini masih belum tinggi. Rata-rata masih sekitar dua ribuan. Kalau hari-hari biasa gini sekitar 3.700 sampai 5.000," ujar Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Supriyanto di sela Pencanangan Stasiun Siaga Candi di Stasiun Solo Balapan, Kamis (29/4).

Supriyanto memperkirakan masih akan terjadi kenaikan penumpang hingga menjelang pemberlakuan larangan mudik tanggal 6 Mei. "Kalau kedatangan hampir sama, masih imbang. Belum ada peningkatan. Masyarakat mungkin juga masih menunggu aturan terbaru," katanya.

Advertisement

Sebelumnya, pemerintah melarang perjalanan mudik mulai dari tanggal 6-17 Mei 2021. Pada periode itu KA jarak jauh tidak akan ada yang dijalankan.

"Untuk KA lokal masih dibahas, nanti akan kita informasikan," sebutnya.

Untuk mengantisipasi penularan Covid-19, pihaknya akan melakukan pengetatan protokol kesehatan, seperti dengan tes GeNose, rapid test, maupun PCR.

Advertisement

Supriyanto menambahkan, Daop 6 masih mengoperasikan 32 KA reguler ke semua jurusan. Jumlah itu masih sekitar 50 persen dari kondisi normal atau sebelum pandemi Covid-19.

"Di situasi pandemi ini kan orang bepergian itu karena butuh. Jadi mereka akan memenuhi persyaratan yang diperlukan untuk melakukan perjalanan dengan KA. Baik itu GeNose, PCR maupun rapid test," pungkas dia.

Baca juga:
Sidang Kasus Kerumunan, Rizieq Singgung Mudik Dilarang Tapi WN India Masuk ke RI
Pemkot Surabaya Tegaskan Larangan Mudik Lebaran, Perantau Wajib Perhatikan Ini
Doni Monardo Ajak Pejabat Sosialisasikan Larangan Mudik
Usai Terjaring Razia, Penumpang Travel Gelap Dipulangkan Polisi
Travel Gelap Tawarkan Jasa Antar Mudik di Media Sosial

(mdk/yan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.