Jelang Kongres, NasDem Soroti Isu Radikalisme Kian Marak di Medsos
Anggota DPR dari Fraksi NasDem, Supiadin Aries Saputra, mengatakan pemahaman seseorang terhadap radikalisme itu sendiri berbeda-beda. Namun jika sudah dikaitkan dengan agama, itu sesuatu yang mengerikan.
Isu radikalisme mendapat perhatian khusus dari Partai Nasional Demokrat (NasDem). Apalagi dalam perkembangannya, banyak pihak-pihak tak bertanggung jawab menggunakan media sosial menyebar paham ini.
"Ini merupakan dampak dari medsos yang sangat canggih dan mudah mempengaruhi," kata Anggota DPR dari Fraksi NasDem, Supiadin Aries Saputra, dalam sebuah diskusi pra Kongres ke 2 Partai NasDem dengan tema 'Menangkal Radikalisme, dan Menjaga Indonesia', di Kebon Sirih, Jumat (25/10).
Sebenarnya, kata dia, pemahaman seseorang terhadap radikalisme itu sendiri berbeda-beda. Namun jika sudah dikaitkan dengan agama, itu sesuatu yang mengerikan.
"Jangan mengatasnamakan agama yang diradikalisme, tetapi nyatanya radikalisme yang mengatasnamakan pada agama," kata Supriadin.
Sebab, katanya, paham radikalisme sangat berpengaruh terhadap kehancuran moral masyarakat. Sehingga dia berharap, dengan seseorang mengenyam pendidikan yang baik maka semakin terhindar dari paparan radikalisme.
"Pendidikan sangat penting untuk menangkal paparan radikalisme ini karena memang berdasarkan data, terbukti di usia 17 tahun sudah banyak yang terpapar radikalisme," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, mantan Anggota DPR dari Partai NasDem, Irma Chaniago, juga menjelaskan Kongres 2 Partai NasDem akan diselenggarakan pada 8 - 11 November di JI Expo, Kemayoran.
Reporter Magang: Abyan
Baca juga:
VIDEO: Menteri Agama Fachrul Razi, Ujung Tombak Jokowi Berantas Radikalisme
Bersama Raja Malaysia, Ma'ruf Amin Bahas Radikalisme
Masyarakat Jangan Terbawa Kepentingan Politik Menjurus Radikalisme Melawan Pemerintah
Imam Besar Masjid Istiqlal Harap Ada Pertemuan Tokoh Agama Cegah Konflik Keagamaan
Mendagri Petakan Daerah Merah Radikalisme dari Sumatera Hingga Papua
Tangkal Radikalisme, BPIP Minta Wawasan Pancasila Masuk dalam Tes CPNS
Penusukan Wiranto, Universitas Mathla'ul Anwar Tolak Dikaitkan dengan Radikalisme