LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jelang HUT RI, Penjual Bendera Gigit Jari di Tengah Pandemi Covid-19

Pria berusia 50 tahun ini mengaku penjualannya turun hingga 75 persen.

2020-08-11 04:30:00
17 Agustus
Advertisement

Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia (RI) yang jatuh pada tanggal 17 Agustus mendatang tinggal menghitung hari. Setiap tahun jika menjelang 17 Agustus ruas-ruas di jalanan akan dipenuhi pedagang musiman yang menjual bendera merah putih.

Namun, ada yang sedikit berbeda pada tahun 2020 kali ini. Sejak virus Covid-19 masuk ke Indonesia dan memengaruhi berbagai sektor. Tidak terkecuali pedagang bendera yang merasakan dampak dari Covid-19 ini.

Salah seorang penjual bendera merah putih di jalan Gajah Mada, Bandar Lampung, Ahmad yang sudah berjualan bendera dan sejenisnya selama lima tahun. Penjual musiman ini memilih berjualan bendera sebagai sampingan karena pendapatan yang terbilang lumayan.

Advertisement

Pria berusia 50 tahun ini mengaku penjualannya turun hingga 75 persen. Stok bendera yang dipesan Ahmad ikut berkurang beriringan dengan produksi pabrik yang juga dikurangi akibat dari pandemi Covid-19.

Pria asal Garut yang menjual bendera mulai dari awal Agustus mengaku mendapat omzet mencapai Rp 10 juta dalam waktu dua minggu pada tahun-tahun sebelumnya. Berbanding jauh di tahun ini, diakuinya bahkan cukup sulit untuk mendapatkan Rp 5 juta. Kini dalam satu hari, Ahmad hanya menjual 15 bendera saja.

Bendera yang dijual beragam harganya, untuk umbul-umbul dihargai Rp 20 ribu, bendera ukuran kecil Rp 15 ribu, dan bendera ukuran besar Rp 40 ribu.

Advertisement

Menurut Ahmad, pandemi Covid-19 ini sangat berpengaruh untuk pendapatannya. Pedagang asal Garut lain yang biasa berjualan bersama Ahmad, kini banyak yang memilih tak berjualan. Hal ini dikarenakan sulitnya perizinan dan test kesehatan yang harus dilakukan jika mereka ingin berjualan di luar daerah.

Tidak jauh berbeda, Nani yang sudah berjualan bertahun-tahun sangat merasakan perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya. Wanita berusia 60 tahun ini sehari-hari mengandalkan penjualan bendera untuk menghidupi dirinya. Stok bendera yang dimilikinya juga stok lama karena penjualan yang menurun hingga 50 persen. Tidak heran lagi bagi Nani jika dalam satu hari tidak laku satu pun dari dagangannya.

Pada tahun sebelumnya bendera merah putih yang dijahitnya sendiri ini sejak mulai bulan Juli pada tahun-tahun sebelumnya sudah ramai pembeli, tapi di tahun ini hingga memasuki bulan Agustus penjualannya juga sangat sedikit.

"Alhamdulillah, karena saya tinggal sendiri, masih cukup untuk diri sendiri, meski ada yang dibantu sama anak juga," ujar Nani, Senin (10/8).

Bendera yang dijual ini berkisar Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu, tapi sejak adanya Covid harganya jadi turun jadi Rp 20 ribu saja. "Harganya uda turun jadi Rp 20 ribu aja masih ada yang tawar," katanya.

Reporter Magang: Febby Curie Kurniawa

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.