Jelang hari guru, pelajar di Bali serbu pedagang bunga
Salah seorang pedagang menuturkan, umumnya bunga yang dibeli adalah mawar. Dari sore sampai malam ini, lebih dari 500 tangkai bunga mawar terjual.
Sejumlah pedagang bunga di kawasan Denpasar bagai tertimpa durian jatuh. Kamis (24/11) malam mereka diserbu pembeli dadakan yang kebanyakan pelajar sekolah dasar hingga SMA di Denpasar.
"Besok kan hari guru pak. Semua murid sepakat kasih bunga ke guru wali kelas masing-masing. Kasihnya selesai upacara," ujar Adiasa, pelajar SMP di kawasan Denpasar Selatan.
Para pelajar ini sengaja membeli bunga saat malam hari dengan harapan tidak cepat layu bila diberikan pada Jumat (25/11). Di hari guru tahun ini Adiyasa berharap kesejahteraan para pahlawan tanpa tanda jasa ini lebih terjamin. Sehingga para guru tidak perlu lagi membuka les di rumah untuk meningkatkan pendapatan.
Salah seorang siswa SD, Ayu diantar ibunya membeli setangkai bunga untuk gurunya. "Dari sekolah minta agar bawa bunga di hari guru besok. Bagus juga sih, enggak apa-apa. Supaya lebih memiliki," aku orang tua Ayu.
Salah seorang pedagang bunga di jalan Sutoyo, Soleh menuturkan, umumnya bunga yang dibeli adalah mawar. Dia sempat kaget lantaran baru kali ini di hari guru hampir sama seperti hari valentine.
"Dari sore sampai malam ini, lebih dari 500 tangkai bunga mawar terjual. Ini saya masih pesan lagi, terus ramai anak-anak datang. Ini ramainya melebihi saat valentine. Kalau valentine hanya tertentu saja yang beli. Tapi ini semua murid wajib membeli, semoga tahun depan juga tetap seperti ini saat hari guru," bebernya.
Baca juga:
Menuntut keadilan bagi seluruh pendidik
Harapan dari pelosok Lebak
Jelang Hari Guru Nasional, Mendikbud ziarah ke Taman Makam Pahlawan
Menko PMK berharap guru terus tingkatkan kualitas diri
PGRI: Presiden Jokowi mau guru tenang dengan tak hapus tunjangan
Ketua DPD di HUT PGRI: Tanpa guru suramlah bangsa