Jelang eksekusi mati, ini yang dibawa 2 Bali Nine ke Nusakambangan
Mereka sengaja dibangunkan tengah malam untuk melakukan pemeriksaan barang bawaan.
Tengah malam, secara mendadak Sudjonggo, Kalapas Kelas IIA Kerobokan, Denpasar, Bali mendatangi ruang sel terpidana mati kasus Bali Nine, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan di tempatkan. Mereka sengaja dibangunkan untuk melakukan pemeriksaan barang bawaan.
"Ini kan mau diberangkatkan, jadi saya diminta Kajati untuk melakukan kembali segala persiapan dan barang bawaan," Terang Sudjonggo, Rabu (4/3) dini hari sekitar pukul 00.40 Wita di Lapas Kerobokan.
Katanya, baik Andrew Chan dan Myuran saat didatangi ke dalam selnya belum tertidur. "Mereka belum tidur kok. Justru Myuran terlihat masih oret-oret kertas," kata Sudjonggo meyakinkan.
Soal pemeriksaan, dikatakan Sudjonggo keduanya sudah mempersiapkan sejak sore tadi begitu mendengar Rabu ini diberangkatkan. Katanya, Chan hanya membawa perlengkapan baju dan celana. Sedangkan Myuran selain baju dan celana, ada buku tulis, pensil serta bulpen lalu beberapa batang kuas kecil.
"Barang-barang yang dibawa tidak ada yang berlebihan dan barang berbahaya. Chan cukup baju celana dan Myuran ada tambahan kertas tulis dan alat tulis juga kuas," jelasnya.
Seperti diketahui, untuk pelaksanaan hukuman mati keduanya dilakukan di Nusakambangan. Mengenai waktu, pemerintah masih merahasiakannya.
Baca juga:
Saat dipindah dari LP Kerobokan, duo Bali Nine siap dieksekusi mati
Dibawa dari Lapas Kerobokan, duo Bali Nine diangkut pakai baracuda
Jelang pemindahan, kakak Andrew 'Bali Nine' ditolak untuk bertemu
Panser kavaleri diterjunkan kawal 2 Bali Nine ke Bandara Ngurah Rai
Tim penjemput duo Bali Nine tiba, baracuda dan watercanon siaga
Jelang duo Bali 9 dipindah, gerbang Kerobokan dipasang garis polisi