LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jelang 20 tahun reformasi, PDIP temui Yenny Wahid bahas kebangsaan

Jelang 20 Tahun reformasi, PDIP temui Yenny Wahid bahas kebangsaan. Hasto menuturkan PDI Perjuangan banyak belajar dari The Wahid Institute tentang bagaimana cara menghadapi persoalan kebangsaan dengan tentang menjaga persatuan dan kesatuan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.

2018-02-05 19:57:16
PDIP
Advertisement

Jajaran DPP PDI Perjuangan yang dipimpin Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto bersilaturahmi ke kantor The Wahid Institute, Menteng, Jakarta Pusat. Dalam pertemuan tersebut, jajaran DPP PDI Perjuangan dan The Wahid Institute yang dipimpin Direktur Eksekutif Yenny Wahid membahas masalah-masalah yang masih melanda Indonesia pasca 20 tahun reformasi.

"Ini kan menjelang 20 tahun reformasi. Kita ketahui perjuangan Gus Dur bersama Ibu Megawati saat itu dalam menegakkan demokrasi untuk mendorong agar rakyat punya kedaulatan politik menghadapi pemerintahan yang otoriter dan itulah yang tercatat dalam sejarah," kata Hasto di kantor The Wahid Institute, Senin (5/2).

Selain Hasto, jajaran DPP PDI Perjuangan yang hadir adalah Ketua DPP Andreas Pareira, Wiryanti Sukamdani, Sri Rahayu, dan sejumlah pengurus Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi). Hasto melanjutkan, kunjungan pengurus DPP PDI Perjuangan merupakan tindak lanjut pertemuan sebelumnya saat Yenny Wahid bertandang ke Kantor DPP PDI Perjuangan beberapa waktu lalu.

Advertisement

"Beliau (Yenny) memaparkan persoalan kebangsaan sehingga kunjungan kami ke sini merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang sudah dilakukan sebelumnya," ujarnya.

Usai pertemuan, Hasto menuturkan PDI Perjuangan banyak belajar dari The Wahid Institute tentang bagaimana cara menghadapi persoalan kebangsaan dengan tentang menjaga persatuan dan kesatuan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.

"Kami banyak belajar tentang pembinaan komunitas desa-desa damai, koperasi damai, rumah tangga damai dan masukan-masukan terhadap nilai-nilai kebangsaan serta Pancasila," jelasnya.

Advertisement

Sementara itu, Yenny mengungkapkan dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan kekeluargaan tersebut, dia dan Hasto membahas masalah kebangsaan hingga soal kuliner nusantara.

"Pak Hasto menyampaikan masalah kuliner nusantara yang menguatkan kembali local wisdom dan makin menguatkan kebagsaan kita. Kami sangat menghargai hal itu," tuturnya.

Selain itu, kata dia, The Wahid Institute dan PDI Perjuangan juga sudah berkomitmen untuk mencari solusi masalah kebangsaan terhadap ancaman paham ideologi bangsa yang beberapa tahun terakhir terus berkembang. Komitmen yang dibangun tersebut didasari hasil penelitian The Wahid Institute.

"Mas Hasto mempunyai kesadaran sama dalam permasalahan bangsa yang ada saat ini. Perjalanan bangsa ke depan dalam membangun nilai toleransi sangat penting demi menjaga stabilitas negara," ungkapnya.

Pada pertemuan tersebut ada hal yang menarik dilakukan Sekjen PDI Perjuangan tersebut. Hasto khusus membawa makanan kuliner nusantara, yakni soto segar dan kue yang dibuat sendiri oleh istrinya, Maria Stefani Ekowati.

"Soto itu kan populer, di Kudus ada, di Lamongan juga ada, di Solo juga khas. Yang ini kami sajikan ini soto Solo segar, kuahnya bening dan ayamnya kampung. Pak Hasto minta khusus, kalau ada acara itu, minta disajikan, kalau soto itu khas lokal. Satu selain rasa juga menambah wawasan nusantara," ungkap Maria yang juga hadir di acara.

Istri Sekjen PDIP ini pun juga menuturkan, memiliki Warung Soto Segar yang terletak di Bekasi. "Tepatnya di Narogong, depan Yonif," kata Maria.

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.