LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jawara dan ulama inginkan perubahan di Banten

Tidak benar jika kalangan jawara atau pendekar di Banten sepenuhnya telah dikuasai oleh Atut.

2013-10-11 07:30:00
Dinasti Atut
Advertisement

Dua elemen masyarakat ini selalu menjadi bagian dari perubahan yang terjadi Banten. Jawara dan ulama, mereka dianggap sebagai bagian yang tak terpisahkan. Kini saat dinasti Atut mulai digoyang, para jawara dan ulama berharap ada perubahan yang terjadi di Provinsi Banten.

"Kami bertemu dengan kiai dan ulama. Mereka mendukung langkah perubahan yang terjadi di Banten. Buktinya mereka menggelar istigasah mendukung KPK menuntaskan kasus korupsi di Banten," kata salah satu tokoh masyarakat asal Kabupaten Pandeglang, Tubagus Syamsudin Mandala dalam perbincangan dengan merdeka.com, Kamis (10/10).

Syamsudin menjelaskan, perubahan yang dimaksud harus terjadi di segala bidang. Terutama kesejahteraan bagi seluruh warga Banten. "Sudah puluhan tahun, banyak warga yang miskin tinggal di tempat terpencil tidak tersentuh pembangunan. Masyarakat cuma ingin aspirasi mereka didengar," ujarnya.

Pria yang juga Ketua Forum Pembela Kebenaran (Forpek) Nusantara DPW Banten ini juga mengatakan, tidak benar jika kalangan jawara atau pendekar di Banten sepenuhnya telah dikuasai oleh Atut . Justru dari pengamatannya, masih banyak jawara yang bersuara kritis.

Soal jawara, Syamsudin yang juga menguasai ilmu silat yang dipelajari turun-temurun dan berguru di beberapa tempat ini menyatakan, merupakan simbol di Banten saja.

"Jawara itu biasanya perorangan. Justru yang punya padepokan silat kebanyakan para ulama," ujarnya.

Jika ada jawara yang kemudian menjadi beking dan bertindak kekerasan, menurut dia, hanyalah oknum. "Mereka juga biasanya bayaran dan tidak tahu apa yang mereka lakukan."

Syamsudin berharap, jangan sampai kondisi terkini di Banten membuat konflik horizontal.

Baca juga:
Satu persatu dinasti Ratu Atut rontok
Seperti Atut, korupsi bisa runtuhkan dinasti Soekarno & Cikeas
'Jangan salahkan Atut, di Banten juga ada dinasti lain'
Begini cara adik Atut kuasai proyek di Banten
Ini kasus korupsi yang bisa menjerat Gubernur Atut

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.