Jatim rawan difteri, RSU dr Soetomo siapkan dokter dan ruangan khusus
Sementara jumlah pasien difteri yang ditangani RSU dr Soetomo Surabaya di 2017, hingga bulan Desember ini mencapai 61 orang. Jumlah pasien di rumah sakit milik Pemprov Jawa Timur ini juga mengalami penurunan dibanding tahun lalu yang mencapai 65 pasien.
Jumlah penderita difteri di Jawa Timur masih tinggi. Data dari dinas kesehatan, angkanya mencapai 318 kasus dengan 12 pasien meninggal di tahun 2017. Angka ini sedikit menurun dibanding 2016, yang jumlahnya mencapai 352 kasus dengan tujuh orang meninggal dunia.
Sementara jumlah pasien difteri yang ditangani RSUD dr Soetomo Surabaya di 2017, hingga bulan Desember ini mencapai 61 orang. Jumlah pasien di rumah sakit milik Pemprov Jawa Timur ini juga mengalami penurunan dibanding tahun lalu yang mencapai 65 pasien.
Meski begitu, pihak RSU dr Soetomo tetap mempersiapkan ruang khusus sebagai upaya antisipasi membludaknya pasien difteri. "Kita sudah siapkan ruangan khusus untuk penyakit menular seperti ini," kata Wadir Penunjang Layanan Medik RSU dr Soetomo, dr Hendrian D Soebagio, Kamis (7/12).
Ada enam kamar isolasi yang disiapkan dan dilengkapi respirator, serta obat-obatan. Kamar khusus ini merupakan ruangan yang sebelumnya digunakan untuk menangani pasien suspek flu burung, flu babi, dan penderita penyakit menular lainnya.
Selain kamar khusus, RSU dr Soetomo juga menyiapkan ahli khusus pula. Saat merawat pasien, para dokter dan perawat juga memakai pakaian khusus. Bila selesai dipakai, pakaian itu harus dibakar. "Kita juga punya ahli khusus, sehingga pasien dapat mendapatkan penanganan memadai," ungkapnya.
Dia menambahkan, dari 61 pasien difteri yang ditangani RSU dr Soetomo di 2017 ini, tiga di antaranya masih mendapat perawatan khusus dan belum diperbolehkan pulang. Meski kondisinya sudah mulai membaik.
"Tadi malam baru datang pasien lagi. Sebelumnya dua orang, ketambahan satu, jadi tiga pasien. Jika kita lihat jumlah tempat tidur, rata-rata biasa. Kondisi pasien juga relatif, sudah membaik," papar Hendrian.
Terkait wabah difteri ini, Hendrian mengimbau kepada masyarakat akan pentingnya pencegahan dini, salah satunya melakukan vaksinasi. Hal ini dimaksudkan agar anak-anak tidak tertular difteri.
Baca juga:
KLB penyakit difteri, Pemprov DKI bakal sosialisasikan vaksi pencegahan
Sepanjang 2017, 12 Warga Bekasi terjangkit difteri
Di Jateng, dua balita terserang difteri
Anak penderita difteri masuk ruang isolasi RSHS Bandung
31 Pasien pengidap difteri dirawat RSUD Tangerang, 2 meninggal