Jaringan Sutet di Garut Meledak, Listrik Jabodetabek bakal Terdampak
Walau gangguan tersebut terjadi di Garut, namun dampaknya akan dirasakan oleh pengguna listrik di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).
Jaringan Sutet (Saluran Utama Tegangan Tinggi) listrik 500.000 volt Tasik-Depok, Sabtu (5/12) mengalami gangguan di wilayah Garut.
Walau gangguan tersebut terjadi di Garut, namun dampaknya akan dirasakan oleh pengguna listrik di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).
Hari Sabar Akbar, Supervisor Pemeliharaan Jaringan ULTG Garut mengatakan, jaringan Sutet yang terganggu adalah penghantar 2, tepatnya nomor tower 127 di wilayah Desa Cintaasih, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut.
"Setelah diinvestigasi, gangguan tersebut disebabkan oleh layang-layang yang menggunakan benang kawat dan lepas, lalu nyangkut di konduktor atau kabel sutet tersebut. Jadi ada ledakan di Pukul 13.56 WIB, akibat layangan berbenang kawat itu sehingga terjadi gangguan," kata Hari.
Gangguan pada Sutet itu, memang tidak akan dirasakan dampaknya oleh warga Garut. Namun dengan gangguan itu akan menyebabkan padamnya sistem kelistrikan Jawa-Bali yang lebih meluas.
"Yang akan merasakan dampak kedip padamnya adalah di wilayah Jabodetabek," ungkapnya.
Dilarang Main Layangan
Hari sangat menyayangkan banyaknya warga yang bermain layangan berkawat di sekitar jaringan listrik, khususnya Sutet. Menurutnya, bermain layangan menggunakan kawat di sekitar jaringan listrik bisa membahayakan jiwa manusia dan juga menyebabkan padamnya listrik ke masyarakat.
Matinya listrik, menurutnya, bisa merusak sejumlah peralatan listrik. Apalagi peralatan di pabrik yang sangat sensitif dan bisa menyebabkan gagal produksi.
"Tentunya kami mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Garut khususnya, untuk bersama-sama menjaga listrik agar tetap terang, dengan tidak bermain layangan di dekat atau sekitar jaringan listrik," tutup Hari.
(mdk/rnd)