Jangan Mudah Terpancing, Bentengi Diri dari Info Hoaks dan Adu Domba
Ulama serta para tokoh berpengaruh diminta terus mengingatkan masyarakat agar tidak mudah termakan hasutan dan upaya adu domba.
Ulama serta para tokoh berpengaruh diminta terus mengingatkan masyarakat agar tidak mudah termakan hasutan dan upaya adu domba. Terlebih saat ini bulan puasa masyarakat harus bisa menahan diri.
"Ketika ada berita hoaks, informasi menghasut, mengadu domba dan memprovokasi jadikan puasamu sebagai benteng," kata Presiden Lajnah Tanfidziyah (LT) Syarikat Islam Indonesia (SII), Muflich Chalif Ibrahim dalam keterangannya, Kamis (22/4).
Menurutnya, dalam situasi seperti sekarang ini para tokoh harus menjadi contoh dan tauladan baik. Karena, lanjutnya, tak dapat dipungkiri masih ada pihak menebarkan kebencian, menebarkan caci maki dan saling mencela.
"Untuk itu marilah kita bersama-sama meningkatkan ketakwaan agar kita semua juga terbentengi dari hoaks, provokasi dan ujaran kebencian," tuturnya.
Muflich menambahkan bahwa sinergisitas para ulama dan umara harus terus dilakukan agar kebijakan diambil bisa lebih maksimal. Setelah itu para ulama bisa membantu mensosialisasikan ke masyarakat serta mengingatkan jangan mudah percaya informasi belum tentu kebenarannya.
"Jadi kewajiban kita untuk menyampaikan. Insya Allah masyarakat akan mudah mengerti dan mengikuti imbauan-imbauan pemerintah," ujarnya.
Terakhir, dia mengingatkan semua pihak bahwa memaknai puasa bukan sekedar menahan lapar dan haus. Namun lebih kepada memperbaiki hati, melatih, menyucikan, dan membersihkannya.
"Kalau puasa tetap mengadu domba, ghibah, menyebar fitnah tentu akan tidak bermakna," tandasnya.
(mdk/did)